Home » Bisnis

Kepuasan Masyarakat Rendah, Kenaikan Tol Dalam Kota Harus Dibatalkan

print this page Rabu, 6/12/2017 | 15:40

Ribuan kendaraan terjebak kemacetan panjang di tol dalam kota kawasan Semanggi, Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (22/6/2017) malam. FOTO: RILIS.ID/indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi V DPR RI, Nizar Zahro, meminta pemerintah mengkaji ulang rencana kenaikan tarif tol dalam kota per 8 Desember 2017. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 973/KPTS/M/2017.

"Atau bahasa tegasnya dibatalkan, karena indeks kepuasan masyarakat rendah dan fasilitas tol, mulai penerangan dan jalannya yang kurang bagus beserta rambu-rambu dan rest area yang kurang. Apalagi, jalan tol khusus di dalam Kota Jakarta macet," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Nizar pun mengkritisi klaim PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku operator jalan tol dan mengklaim telah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) yang ditentukan. "Klaim tersebut sangat ngawur dan tidak berdasar, karena kalau melihat realitanya, sangat mengecewakan," kritiknya.

"Misalnya, kemacetan di dalam tol yang semakin parah. Sehingga, operator tidak berhak meminta kenaikan tarif tol," imbuh politisi Gerindra itu.

Nizar mengingatkan, dasar hukum kenaikan tol sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, bersifat alternatif. Di situ pun dengan jelas disebutkan, kenaikan dapat terjadi dalam setiap dua tahun sekali. Artinya, tak mutlak harus terjadi kenaikan, apalagi jika pelayanan kepada pengguna jalan makin buruk. 

"Jika pemerintah memaksakan kenaikan tarif tol, maka hal tersebut tak ubahnya sebagai bentuk arogansi pemerintah terhadap rakyatnya," tandasnya.

Berikut besaran penyesuaian tarif tol dalam kota yang berlaku per 8 Desember:
1. Tarif tol kendaraan golongan I sebesar Rp9.500
2. Tarif tol kendaraan golongan II sebesar Rp11.500
3. Tarif tol kendaraan golongan III sebesar Rp15.500
4. Tarif tol kendaraan golongan IV sebesar Rp19.000
5. Tarif tol kendaraan golongan V sebesar Rp23.000.

Penulis Zul Sikumbang
Editor Fatah Sidik

Tags:

Tol Dalam KotaNizar ZahroKomisi V DPR