logo rilis
Kepala BBSDLP Ajak Petani Tolitoli Maksimalkan Alsintan
Kontributor
Fatah H Sidik
26 Mei 2018, 23:12 WIB
Kepala BBSDLP Ajak Petani Tolitoli Maksimalkan Alsintan
Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor tangan untuk mengolah lahan pertanian di Tolitoli, Sulawesi Tengah, Minggu (5/5/2018). FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Tolitoli— Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP), Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr, mengajak petani di Tolitoli menggunakan alat mesin pertanian (alsintan). Sebab, tenaga kerja mulai terbatas dan biaya jasanya mahal.

"Pesan Menteri Pertanian kepada para petani, bahwa alsintan bantuan Kementan harus dimanfaatkan secara maksimal," ujarnya saat Rapat Koordinasi Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Rakor Upsus Pajale) di Kantor Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Tolitoli, Jumat (25/5/2018).

Penanggung Jawab (Pj) Upsus Pajale Tolitoli ini menambahkan, curah hujan di Tolitoli merata sepanjang tahun. Curah hujanan bulanan lebih dari 150 milimeter. Kondisi tersebut ideal untuk pertanian, lantaran petani bisa tanam di lahan sawah maupun kering setiap saat.

"Tinggal ketekunan dan keuletan para petani yang didukung oleh penyuluh dan Babinsa, untuk segera melakukan percepatan tanam," jelasnya. Dedi melanjutkan, "Penggunaan alsintan sudah terbukti menghemat biaya tenaga kerja dan mempercepat proses produksi."

Sementara, Sekretaris Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Tolitoli, Drs. Harsono, menyatakan, Tolitoli siap meningkatkan produksi padi, jagung, dan kedelai melalui Upsus. Diharapkan jajarannya, termasuk mantri tani, penyuluh, dan kelompok tani bekerja keras, sehingga target produksi tercapai.

Terpisah, Komandan Kodim 1305/Buol-Tolitoli, Letnan Kolonel (Inf) Gunarto SH, menegaskan, TNI bersama Kementan dan dinas terkait siap mengawal Upsus Pajale. Begitu pula untuk memobilisasi alsintan.

"Terkait Alsintan di Tolitoli yang masih kurang, terutama adalah combine harvester," ungkapnya. Meski begitu, Kodim 1305 terus membantu petani mencarikannnya, baik dari Brigade, swasta, atau pinjam di kecamatan tetangga.

Hal tersebut diamini Danramil Lampasio, Kapten (Inf) Syahrir. Menurutnya, petani Tolitoli mulai merasakan pentingnya alsintan dalam usaha tani. "Contohnya combine harvester, dapat memanen sawah seluas delapan hektare dalam satu hari," katanya.

Karenanya, diharapkan bantuan alsintan, khususnya tujuh unit combine harvester di Brigade Kodim, dapat ditambah. "Adanya brigade ini, mobilisasi alsintan lebih efektif. Sehingga, mampu menyokong kecamatan yang masih kekurangan alsintan pada saat diperlukan," tuntas Syahrir.

Sumber: Estiyanto/Balitbangtan Kementan


500
komentar (0)