logo rilis

Kepadatan Tol Cipali Berkurang, Polisi Tetap Berlakukan 'Contra Flow'
Kontributor
Sukma Alam
20 Juni 2018, 14:05 WIB
Kepadatan Tol Cipali Berkurang, Polisi Tetap Berlakukan 'Contra Flow'
Ilustrasi pemberlakuan contra flow di Tol Cipali. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Cikampek— Arus balik di Jalan Tol Cipali pada Rabu (20/6/2018) siang atau H+4 Lebaran 2018 mulai mengalami penurunan, namun petugas kepolisian masih memberlakukan dua rekayasa lalu lintas lawan arus untuk menghindari pelambatan arus di setiap tempat istirahat.

Situasi gerbang tol Palimanan sejak pukul 09.00 WIB tidak banyak mengalami antrean, sedangkan selepas gardu pemudik bisa memacu kendaraan di atas 100 kilometer per jam.

Antrean kendaraan mulai terjadi menjelang Km 142 sepanjang dua kilometer, demikian juga antrean terjadi mulai Km139 sampai area istirahat di Km130. Sesekali kendaraan melaju 20-40 kilometer per jam kemudian terhenti.

Pada pukul 11.00 WIB, petugas kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas lawan arus dari km 132+000 sampai km 126+600 arah Jakarta. Rekayasa arus itu untuk menghindari pelambatan akibat kendaraan antre masuk area istirahat Km 130.

Akan tetapi, tidak semua pengendara patuh. Sebagian kendaraan di jalur lawan arus itu kembali ke jalur normal setelah melihat ada celah di Km129 untuk kembali ke kiri, akibatnya kendaraan sesekali terhenti.

Pada pukul 11.15 WIB, petugas juga melakukan rekayasa arus lalu lintas lawan arus dari km 169+000 sampai km 162+600 untuk menghindari pelambatan arus kendaraan.

Dua area lawan arus yang selama dua hari berjalan, akhirnya tidak diberlakukan hari ini, yaitu dari Km 104 sampai Km 100 untuk memperlancar arus menjelang area istirahat Km 102 dan dari Km 87.400 ke Km 85 untuk memperlancar arus di area istirahat Km 86.

Kolong Jembatan Bahu jalan di hampir setiap kolong jembatan di Tol Cipali menjadi tempat favorit pemudik untuk beristirahat atau memperbaiki kendaraan, padahal perilaku itu membahayakan pengguna yang lain.

Di beberapa titik jembatan, petugas kepolisian berjaga untuk mencegah perilaku berhenti di kolong jembatan. Namun di kolong yang tidak dijaga akhirnya pemudik nekat berhenti untuk buang air kecil atau sekadar istirahat.

Sejumlah kendaraan yang mengalami gangguan mesin juga berhenti di kolong jembatan sebagai daerah yang terlindungi dari terik matahari.

Sebagian dari kendaraan mogok mendapat pengawalan petugas karena banyak pemudik yang menjadikan bahu jalan untuk melajukan kendaraan atau mendahului kendaraan lain.

Petugas juga mengatur beberapa lokasi istirahat di luar bahu jalan karena untuk memasuki area istirahat rata-rata kendaraan memerlukan waktu 25 menit.

Sebuah kecelakaan menimpa bus Arimbi di Km121 arah Palimanan. Bus yang terperosok di sisi kiri jalan itu dievakuasi petugas sekitar pukul 11.40 WIB sehingga arus lalu lintas ke arah Palimanan ditutup total selama sekitar 10 menit dan mengakibatkan antrean sejauh 500 meter.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)