logo rilis
Kepada Relawan, Syahri Mulyo Klaim Jadi Korban Politik
Kontributor
Fatah H Sidik
09 Juni 2018, 11:36 WIB
Kepada Relawan, Syahri Mulyo Klaim Jadi Korban Politik
Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, memberikan sambutan mengikuti pengajian di Masjid Al-Munawar, Tulungagung, Minggu (18/06/2017). FOTO: bagianhumas.tulungagung.go.id

RILIS.ID, Tulungagung— Bupati nonaktif Tulungagung, Syahri Mulyo, mengklaim, dirinya menjadi korban politik. Sehingga, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi peningkatan infrastruktur jalan.

Hal tersebut, diutarakannya kepada tim pemenangan jaringan relawan melalui video singkat, Jumat (8/6/2018). Syahri diketahui kembali maju pada Pemilihan Bupati (Pibup) Tulungagung 2018.

"Kepada simpatisan dan relawan Sahto, biarlah saya menjadi 'korban politik'," ujarnya di awal video yang dikirimnya.

Pada video berdurasi 2018 detik tersebut, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, meminta pendukungnya terus berjuang. Jika menang, pasangannya Maryoto Bhirowo dilantik pada periode mendatang.

"Salam dua jari. Lanjutkan!" tutup Syahri mengakhiri video singkatnya.

Cabup petahana yang dijerat KPK karena diduga menerima fee proyek peningkatan infrastruktur jalan tahun 2017 di Kabupaten Tulungagung sebesar Rp2,5 miliar itu tidak bicara panjang lebar.

Dalam video tersebut, wajah Syahri terlihat datar, ekspresi tenang, dan intonasi suaranya kalem. Namun, gesturnya "tak berenergi" seakan tertekan. 

"Biasanya beliau selalu bergairah, jika bertemu barisan pendukungnya di sini," ungkap seorang simpatisan.

Mulanya, video beredar melalui jaringan percakapan WhatsApp di kalangan DPC PDIP Tulungagung dan jaringan relawan Sahto, Jumat (7/6) malam. Lalu, merembet dan viral di media sosial.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)