logo rilis

Keok di Survei, Nurul Arifin: Itu Subjektif Banget
Kontributor
Sukma Alam
03 April 2018, 04:20 WIB
Keok di Survei, Nurul Arifin: Itu Subjektif Banget
Politisi Partai Golkar Nurul Arifin (kiri). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Bandung— Calon Wali Kota Bandung, Nurul Arifin, menanggapi hasil survei yang dirilis Rectoverso Institute sebagai motivasi untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas. Ia mengaku bersyukur, setelah melihat hasil survei tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih atas hasil survei tersebut, ini memotivasi kita juga untuk lebih giat," ujar Nurul Arifin di Bandung, Senin (2/4/2018).

Politisi Partai Golkar ini enggan memikirkan hasil survei tersebut lebih jauh. Terlebih, kata dia, untuk melakukan hasil survei ada beberapa indikator yang harus dipenuhi seperti jumlah responden sesuai jumlah keterwakilan masyarakat, metodologi, dan human error.

"Sampel 400 terlalu sedikit. Kita dalam dua kali survei hampir 880 orang kita survei di Internal Golkar. Kalau itu subjektif banget," kata dia.

Ia mengaku, mesin partai juga memiliki data hasil survei dengan melibatkan mahasiswa yang dinilai objektif. Hasil survei dari internal berbeda jauh dengan apa yang dirilis Rectoverso Institute.

Dengan begitu, ia tidak terlalu memusingkannya dan akan terus bekerja sebagaimana mestinya mengampanyekan visi-misi serta program kepada masyarakat.

"Saya kira apa yang sudah ada disurvei kita tidak ingin berkomentar banyak. Kita tidak akan terpengaruh," kata dia.

Dalam hasil survei yang dirilis Rectoverso Institute pada 17-25 Maret 2018 dengan jumlah responden 400 orang yang tersebar di 30 kecamatan. Survei ini menggunakan teknik multi stage random sampling dengan margin error 5 persen.

Dari hasil tersebut menempatkan Oded M. Danial-Yana Mulyana memiliki elektabilitas tertinggi sebesar 45 persen, pasangan Yossi Irianto-Aries Supriatna berada di posisi kedua dengan tingkat elektabilitas 31,50 persen dan pasangan Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat dengan tingkat elektabilitas sebesar 19 persen.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)