logo rilis

Kenapa sih Soal Matematika UNBK Susah Banget?
Kontributor
Elvi R
16 April 2018, 11:38 WIB
Kenapa sih Soal Matematika UNBK Susah Banget?
Siswa SMA/MA Mulai Mengikuti Ujian Nasional 2018. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Keluhan membanjiri akun resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pascaberlangsungnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Keluhan mereka terutama pada soal ujian matematika. Kenapa ini bisa terjadi?

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim mengatakan, perbedaan antara kisi-kisi soal matematika UNBK dan implementasinya yang menjadi penyebab utama kesulitan siswa. 

"Soal yang keluar beda dengan isi kisi-kisi soal dan try out yang sudah dilakukan berkali-kali sebelum UNBK. Tentu hal ini membuat kondisi psikologis siswa terganggu. Para siswa merasa mereka sudah belajar optimal, sesuai kisi-kisi soal dan try out yang dipelajari berbulan-bulan, tapi soal yang keluar ternyata jauh dari perkiraan,” urai Satriwan Salim kepada rilis.id, di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Dia menjelaskan, soal matematika yang disajikan pada UNBK berbasis High Order Thinking Skills (HOTS). Sedangkan pada kenyataannya siswa masih melakukan pembelajaran berbasis Low Order Thingking Skills (LOT). 

"Kami apresiasi keinginan pemerintah menerapkan kemajuan dalam pendidikan, tapi seharusnya HOTS diterapkan juga dalam metode belajar sehari-hari. Sehingga, siswa mampu menjawab materi ujian dengan baik," jelasnya.

HOTS Harus Diterapkan Sehari-hari

Menurutnya, pemerintah seharusnya mentransfer pembelajaran HOTS bertahap. Di samping itu, memberikan kisi-kisi HOTS kepada siswa. Selama ini, kata Satriwan, sebelum UNBK dilaksanakan siswa telah melakukan persiapan berbulan-bulan. Mereka belajar menjawab soal berdasarkan kisi-kisi dari pemerintah.

"Saat siswa merasa sudah belajar sungguh-sungguh tapi tidak sesuai mereka kecewa. Bukan mereka tidak tahan banting karena berkomentar di media sosial," ungkap Satriwan.

Berdasarakan pengalaman ini, lanjut Satriwan, FSGI mendorong Kemendikbud untuk memperbaiki sistem pembelajaran berbasis HOTS. FSGI meminta pemerintah mengadakan pelatihan guru secara intensif dan kontinu terkait HOTS. 

"Pelatihan itu berupa pembuatan soal cerita HOTS," katanya.

Selain itu, pemerintah juga secara bertahap mesti mengurangi soal LOTS digantikan dengan soal HOTS. Susunan dan komposisi soal UNBK harus tetap mengikuti kaidah soal yang baik yakni, proporsional terdiri dari sulit, sedang, mudah, cakupan materi.

"Jangan secara tiba-tiba langsung banyak soal kategori HOTS. Soal harus banyak yang sesuai kisi-kisi dan simulasi/try out/uji coba. Buat soal bertingkat yang sesuaikan dengan tingkat pemenuhan standar pendidikan yang dicapai sekolah," ujarnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)