logo rilis
Kenapa Sih Diaspora Males Pulang Kampung?
Kontributor
Tio Pirnando
21 Maret 2018, 17:06 WIB
Kenapa Sih Diaspora Males Pulang Kampung?
Silvinus Alvin. FOTO: Dok Pribadi Silvinus Alvin

RILIS.ID, Jakarta— Tawaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur yang akan memberi posisi khusus ataupun dijadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi diaspora yang menjadi dosen di perguruan tinggi di luar negeri pulang ke Tanah Air, mendapat respons beragam dari publik.

Silvanus Alvin, salah satu alumni mahasiswa di University of Leicester, Inggris, mengatakan, keinginan diaspora untuk memajukan Tanah Air itu sangat besar. Namun, kendala yang dihadapi oleh mereka tak pulang ke Indonesia ialah kesempatan berakhir dan gaji yang akan mereka terima.

"Tentu keinginan untuk memajukan Tanah Air dari segi pendidikan selalu ada. Namun sayang, kendala biasa pada lowongan kerja atau kesempatan berkarir di Indonesia itu sendiri. Paling mudah misalnya dilihat dari gaji," ujar Silvanus kepada rilis.id, Rabu (21/3/2018).

Dosen Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta ini menjelaskan, jika kerja di luar negeri gaji dengan ukuran standar disana sudah membuat diaspora cukup sejahtera, sementara untuk Indonesia hal tersebut belum dipikirkan oleh pemerintah. Padahal mereka memiliki gelar pendidikan yang tinggi dan kemampuan yang cukup baik.

Namun demikian, dia menilai, tawaran yang disampaikan oleh Menpan-RB cukup memberi angin segar bagi diaspora agar pulang membangun Indonesia.

"Mendapat gelar pendidikan tinggi di luar negeri tentu ingin diimbangi dengan penghasilan yang besar pula. Ini kendalanya. Namun, dengan janji diberi peluang besar jadi PNS, ya termasuk tawaran menggiurkan," imbuhnya. 

Sebagai alumni penerima program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), tutur Silvanus, kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan studi merupakan keniscayaan. 

"Hal ini sudah saya lakukan dengan berkiprah di dunia pendidikan Indonesia. Saya juga mengajak agar para diaspora lainnya untuk kembali ke Indonesia dan memajukan bangsa besar ini. Bila tidak kembali pun, bukan masalah besar selama mereka mengharumkan Indonesia di kancah internasional," tuntas Magister jurusan Media and Public Relations tersebut.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)