logo rilis

Kenali Kanker yang Diderita Ria Irawan, Salah Satunya Bisa Menyebar ke Organ Lain
Kontributor
Tari Oktaviani
07 Januari 2020, 13:36 WIB
Kenali Kanker yang Diderita Ria Irawan, Salah Satunya Bisa Menyebar ke Organ Lain
Ria Irawan. Sumber: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Kanker menjadi penyakit yang paling banyak ditakuti oleh semua orang. Indonesia sendiri berada di urutan ke delapan di Asia Tenggara dan urutan dua puluh tiga di Asia dalam besaran penyakit kanker. 

Mayoritasnya pun menyasar perempuan. Terutama khusus untuk kanker leher rahim atau serviks. Sakit ini pula lah yang menjadi sebab musabab artis senior Ria Irawan mulai berjuang melawannya. 

Ria yang baru berpulang kemarin, Senin (6/1/2020) itu, mulanya mengalami sakit kanker dinding rahim. Ia pun memutuskan untuk mengangkat rahimnya pada tahun 2004. Namun sayangnya hasil biopsi menunjukan kanker yang dimilikinya bisa menyebar ke organ lain yakni getah beningnya.

"Ternyata kelenjarnya aktif. Jadi kankernya masih endometrium, tapi metastasenya (penyebaran) getah bening. Makanya (stadium) 3 C. Kalau sudah stadium 4, itu (penyebaran) di otak, tulang,” ujar Ria dikutip dari kompas.com.

Kanker rahim memang menjadi momok menakutkan bagi setiap wanita. Dilansir alodokter.com, hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti kanker rahim namun memang mulanya ada sel-sel sehat di dalam rahim tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor atau benjolan. Tumor tersebut bisa bersifat jinak atau ganas. Pada kanker rahim, tumor bisa membesar dan menyebar ke organ tubuh lain.

Pada umumnya kanker rahim menyerang wanita yang berusia di atas 50 tahun. Tak hanya itu, wanita dengan berat badan yang berlebih juga rawan terkena jenis penyakit satu ini. 

Di lain kasus, terlalu banyak menggunakan hormon estrogen yang tidak diimbangi hormon progesteron juga menjadi sebabnya. Biasanya hormon ini didapat  saat terapi pengganti hormon pasca menopause atau sebagai alat kontrasepsi.

Untuk mengetahuinya, ada beberapa ciri yang paling menonjol untuk menunjukan bahwa adanya sel kanker di rahim anda. Pertama, keputihan berlebih dan berbau yang tidak normal.

Keputihan yang normal umumnya berwarna jernih, tidak berbau, dan jumlahnya tidak berlebihan. Namun jika keputihan sudah berwarna merah muda atau cokelat, ada darah dan disertai bau busuk bisa menjadi pertanda adanya masalah atau gangguan pada rahim.

Kedua, panggul terasa nyeri. Biasanya nyeri panggul disertai munculnya rasa sakit pada perut bagian bawah pusar timbul. Tentu gejala ini perlu diwaspadai. 

Ketiga, terasa nyeri saat berhubungan seksual. Pada umumnya penderita kanker rahim merasa tidak nyaman bahkan nyeri saat berhubungan seksual. Bahkan ada diantaranya mengalami pendarahan sesudahnya.

Keempat, sakit saat buang air kecil. Rasa nyeri ini muncul akibat pertumbuhan sel kanker yang menekan kandung kemih dan saluran kemih.

Sementara itu kanker lain yang cukup mematikan juga menyerang getah bening. Seperti yang dialami Ria, kanker inilah yang kemudian membuatnya berpulang kemarin. 

Pada dasarnya, kanker getah bening menyerang sistem kekebalan tubuh atau limfatik. Lantaran fungsinya sebagai sel yang melawan infeksi dan bakteri, maka sel ini dapat mudah mencapai organ lain. 

Masih dilansir dari alodokter, kanker yang menyebar atau dikenal istilah metastasis terjadi pada tahap 4, yang mana sel kanker mulai menyebar ke bagian tubuh yang jauh di luar sistem limfatik, seperti sumsum tulang belakang, paru-paru, dan hati.

Kanker getah bening atau limfoma terbagi dua macam yakni limfoma hodgkin dan limfoma non hodhkin. Perbedaan kedua jenis limfoma ini terdapat pada tipe sel getah bening (limfosit) yang berkembang menjadi ganas.

 Pada limfoma hodgkin umumnya menyerang rentan usia 20-40 tahun atau di atas 55 tahun. Mayoritas penderitanya berjenis kelamin laki-laki. Penderita biasanya juga memiliki riwayat keturunan. Penderita biasanya juga memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya akibat infeksi HIV atau penggunaan obat penekan sistem kekebalan tubuh.

Sementara untuk limfoma non Hodgkin, penderita memiliki sistem kekebalan tubuh melemah. Ia jug biasanya menderita penyakit auto imun, seperti rheumatoid arthritis atau penyakit celiac dan memiliki riwayat penyakit leukimia, infeksi bakteri pylori, atau infeksi virus hepatitis C dan virus Epstein-Barr (EBV). Umumnya menyerang yang berusia di atas 60 tahun tetapi juga bisa menyerang anak-anak. 

Biasanya penderita memiliki riwayat sering terpapar radiasi nuklir dan bahan kimia beracun, seperti pestisida dan herbisida.

Kanker getah bening biasanya  ditemukan benjolan di leher, ketiak, atau lipat paha namun tidak nyeri dan tidak bergerak ketika ditekan. Selain itu gejalan lain yakni adanya penurunan berat badan tanpa sebab yang jela, sering demam, mudah lelah, sesak napas, gatal-gatal dan eringat dingin di malam hari.

Guna mengetahui pastinya tentu hanya dokter yang bisa menjawabnya. Dalam menentukan diagnosis kanker getab bening, dokter akan melakukan biopsi kelenjar getah bening, tes darah, dan CT scan, MRI, atau PET scan.

 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID