logo rilis
Kenal Lebih Dekat Henry Dunant, Si Bapak Palang Merah Internasional
Kontributor
Ning Triasih
08 Mei 2018, 22:07 WIB
Kenal Lebih Dekat Henry Dunant, Si Bapak Palang Merah Internasional
Bapak Palang Merah Internasional, Henry Dunant. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Jakarta— Tepat 8 Mei, dunia memperingati Hari Palang Merah Sedunia atau Internasional. Dalam peringatan ini, ada salah satu sosok yang paling melekat, dialah Jean Henry Dunant atau lebih dikenal Henry Dunant.

Hari Palang Merah Sedunia yang diperingati setiap 8 Mei adalah untuk mengenang kelahiran Henry Dunant. Ya, di tanggal tersebut, tepatnya pada 8 Mei 1828, pria yang dikenal sebagai Bapak Palang Merah Internasional ini lahir ke dunia.

Henry Dunant merupakan pengusaha dan aktivis sosial asal Swiss. Lahir di Jenewa, Swiss, ia adalah putra pertama dari pasangan pengusaha Jean-Jacques Dunant dan Antoinette Dunant-Colladon.

Dunant dibesarkan dari keluarga yang aktif dan peduli dengan kegiatan sosial. Sejak kecil, orang tuanya menekankan pentingnya nilai kegiatan sosial. Sang ayah aktif membantu anak yatim-piatu dan narapidana yang menjalani bebas bersyarat. Sementara ibunya melakukan kegiatan sosial dengan membantu orang sakit dan kaum miskin.

Ketika Dunant mulai aktif mengikuti berbagai lembaga sosial, dimulai dari Perhimpunan Amal Jemewa (Geneva Society for Alms Giving).

Setahun berselang, Dunant kemudian mendirikan perkumpulan Thursday Association, sebuah kelompok anak muda tanpa ikatan keanggotaan resmi yang melakukan pertemuan rutin untuk mempelajari Bibel dan menolong kaum miskin. Dalam perkumpulan ini, ia bersama teman-temannya rutin mengunjungi penjara dan aktibitas kegiatan sosial lainnya.

Hingga akhirnya, Dunant bekerja sebagai karyawan bank. Di  tahun 1859, Dunant melakukan perjalanan ke Solferino untuk urusan bisnis. Ia tiba pada petang hari, tepat ketika ada sebuah Pertempuran Solferino, perang mengerikan antara pasukan Perancis dan Italia melawan pasukan Austria di Solferino, Italia Utara pada tanggal 24 Juni 1859 baru saja usai.

Dalam perjalanannya, mau tak mau ia harus menyaksikan dampak dari Pertempuran Solferino. Sekitar 40 ribu tentara terluka. Namun sayangnya, bara bantuan kala itu tidak cukup merawat korban yang berjumlah ribuan. Melihat kondisi para tentara yang memrihatinkan, Dunant bersama penduduk setempat mengerahkan bantuan untuk menolong mereka. 

Menulis Buku

Pada awal Juli 1859, Dunant kembali ke Jenewa. Saat itu, ia menuliskan pengalamannya lewat sebuah buku berjudul "Un Souvenir de Solferino" (Kenangan Solferino). Buku ini diterbitkan pada 1862 berjumlah 1.600 eksemplar.

Lewat buku tersebut, Dunant mengajukan dua gagasan. Pertama, membentuk organisasi kemanusiaan internasional guna menolong prajurit yang terluka di medan perang. Kedua, mengadakan perjanjian internasional untuk melindungi prajurit yang cedera dan sukarelawan, serta organisasinya yang menolong saat terjadinya perang.

Gagasan Dunant pun terealisasi. Bersama empat temannya, ia mendirikan komite internasional untuk bantuan para tentara yang cedera pasa 1863, kini disebut Komite Internasional Palang Merah atau International Committee of the Red Cross (ICRC). Ini merupakan lembaga kemanusiaan bersifat mandiri, sebagai penengah dan bersifat netral.

Semangat Dunant ini kemudian menginspirasi terbentuknya Perhimpunan Palang Merah Nasional dan Bulan Sabit Merah yang didirikan di hampir setiap negara di seluruh dunia, berjumlah 176.

Pada 1910, tepatnya 30 Oktober, Dunant meninggal dunia di usia 82 tahun. Namun, kontribusinya sebagai aktivis sosial terus dikenang lewat peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia (World Red Cross and Red Crescent Day) setiap 8 Mei.

Bahkan, Panti jompo di Heiden yang dulu menampungnya, kini menjadi Museum Henry Dunant. Selain itu, di Jenewa dan sejumlah kota lain, ada banyak sekali jalan, lapangan, hingga sekolah menggunakan namanya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)