logo rilis
Kemungkinan PDIP Tarik Dukungan, Max Sopacua: Itu Sangat Mungkin
Kontributor
Yayat R Cipasang
10 Juni 2018, 22:55 WIB
Kemungkinan PDIP Tarik Dukungan, Max Sopacua: Itu Sangat Mungkin
Pimpinan Roemah Priboemi Max Sopacua. FOTO: kompas.com

RILIS.ID, Jakarta— Pertemuan elite partai politik besar seperti Puan Maharani dari PDIP dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bukan sesuatu yang aneh dalam iklim demokrasi. Politik yang dikenal dengan adagiumnya sebagai seni mencari berbagai kemungkinan sangat pas dengan suksesi kepemimpinan 2019.

Analisis itu disampaikan Pimpinan Roemah Priboemi Max Sopacua kepada rilis.id di Jakarta, Minggu (10/6/2018), menyikapi berbagai manuver elite partai menjelang Pilpres 2019.

"Di tahun politik ini banyak sekali usaha untuk sukses pada 2019. Ini adalah bagian dari Road To 2019," kata Max Sopacua yang juga politisi senior Partai Demokrat ini.

Menurut Max Sopacua, Prabowo dan Puan sama-sama mmemiliki kepentingan terkait Pilpres 2019. Prabowo menginginkan menjadi presiden dan Puan berambisi menjadi wakil presiden.

"Hanya persoalannya bagaimana dan dimana bisa terwujud  obsesi ini," ujarnya.

Di kalangan masyarakat, kata Max Sopacua, muncul wacana dan kemungkinan PDIP bakal menarik dukungan kepada Jokowi yang sudah dideklarasikannya. 

"Bila kepentingan PDIP tidak terakomodasi dengan kata lain cawapresnya bukan dari partai banteng tersebut," ujar Max Sopacua.

Kemungkinan Jokowi tidak memilih cawapres dari PDIP sangat mungkin karena belakangan  ini banyak muncul cawapres dari  kalangan partai lain  yang dianggap sangat layak seperti Muhaimin Iskandar (PKB), Airlangga Hartarto (Golkar) atau Romahurmuziy (PPP).

"Tapi bisa juga muncul dari kalangan profesional. Jokowi juga tentu akan menghitung untung dan rugi dalam memilih pasangannya," ujarnya.

Namun dari semua itu, kata Max Sopacua, yang lebih penting dicermati dimana sebenarnya political consentrate-nya. Apakah semua manuver itu menguntungkan bagi masyarakkat atau hanya untuk partai.

"Jangan-jangan malah koalisi atau manuver itu hanya akal-akalan untuk menguntungkan pemodal," kata Max Sopacua.

Dalam waktu dekat, Prabowo juga diagendakan akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pertemuan ini juga bagian dari Road To 2019. Keduannya sama-sama berambisi menjadi pemimpin di negeri ini," pungkas mantan Ketua Komisi IX DPR ini.


500
komentar (0)