logo rilis
Kemristekdikti Siapkan Mahasiswa Jelang Revolusi Industri
Kontributor
Elvi R
16 Januari 2018, 19:12 WIB
Kemristekdikti Siapkan Mahasiswa Jelang Revolusi Industri
Sekjen Kemristekdikti Ainun Na`im. FOTO: Humas Ristekdikti

RILIS.ID, Medan— Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) membahas kesiapan perguruan tinggi menjalankan revolusi industri 4.0 dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2018 yang digelar di Universitas Sumatera Utara (USU).

"Pemerintah sangat memperhatikan isu ini, dalam panel di Rakernas nanti kita bahas aspek-aspek yang perlu disiapkan untuk memantapkan perguruan tinggi menjalankan era revolusi industri 4.0," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemristekdikti Ainun Na'im kepada wartawan di USU, Medan, Selasa (16/1/2018).

Dia menyebut, sejumlah ahli dan praktisi serta pemimpin perguruan tinggi yang sudah memiliki layanan teknologi cyber akan menjadi pembicara dalam Rakernas yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senior Advisor to the IDB President Dr Hayat Sindi, Prof Yang Cau Lung dari National Taiwan University of Science and Technology, Prof Jangyoun Cho dari Cyber Hankuk University of Foreign Studies/CUFS), founder dan CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara dan Rektor AMIKOM Suyanto.

Hasil pembahasan tersebut, rencananya akan menjadi bahan dalam menyusun rekomendasi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan tinggi dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Rekomendasi tersebut baik dari aspek kelembagaan, bidang studi, kurikulum, sumber daya, serta pengembangan cyber university, riset dan pengembangan (risbang), serta inovasi.

Ainun mengatakan, pengembangan cyber university sudah menjadi suatu keharusan di Indonesia. Sejak empat tahun terakhir sebenarnya sudah ada perguruan tinggi di Indonesia yang mulai mengembangkan mata kuliah yang ditawarkan secara daring (online).

"Sekarang perlu ditingkatkan tidak hanya mata kuliah saja tapi prodinya nanti ditawarkan daring secara penuh atau hibrid," lanjutnya.

Disisi lain, pemerintah sudah menawarkan ke luar negeri, dan Universitas Bina Nusantara juga sudah membuka prodi secara daring ke Timur Tengah. Kementerian pun memberi fasilitasi untuk perguruan tinggi agar mampu memberi layanan teknologi cyber. Sehingga layanan menjadi lebih efisien karena infrastruktur yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit dan digantikan dengan kapasitas bandwidths yang lebih besar dan cepat.

"Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan beri fleksibikitas tinggi untuk perguruan tinggi membuka berbagai mata kuliah dan prodi. Inovasi akan cepat dan meningkat sehingga perlu difasilitasi, jika tidak ada fleksibilitas kreativitas susah muncul biasanya," lanjutnya.

Rakernas 2018 Kemristekdikti dilaksanakan pada 16 hingga 17 Januari 2018 di USU, Medan, dan mengangkat tema Ristek Dikti di Era Revolusi Industri 4.0. Rencananya rapat kerja ini akan mengevaluasi kinerja pelaksanaan program dan anggaran 2017, Outlook Program dan anggaran 2018, selain juga membahas penuntasan Zona Integritas, Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dan memastikan pencapaian target reformasi birokrasi 2018.

Sumber: ANTARA


Tags
#Kemristekdikti
#Rakernas
#Revoluasi Industri
#Mohamad Nasir
500
komentar (0)