logo rilis

Kementerian PUPR Bangun Dua Bendungan Berkapasitas Tampung Super Besar Sulawesi Utara
Kontributor
Elvi R
09 Juli 2019, 21:06 WIB
Kementerian PUPR Bangun Dua Bendungan Berkapasitas Tampung Super Besar Sulawesi Utara
FOTO: Biro Komunikasi Publik PUPR

RILIS.ID, Manado— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia melalui pembangunanan bendungan, embung, revitalisasi danau guna mendukung program ketahanan pangan dan air nasional. Salahsatunya di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan  Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara dan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow. Disamping itu juga dilakukan revitalisasi Danau Tondano yang kondisinya kritis karena terjadinya pendangkalan dan pencemaran tanaman eceng gondok.

"Saat ini dari 7,3 juta hektar lahan irigasi, hanya 11 persen yang mendapatkan jaminan air dari bendungan. Dengan selesainya 65 bendungan nanti diharapkan bisa meningkat menjadi 19-20 persen ”, kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kapasitas tampung 23,37 juta meter kubik dan luas genangan 139 hektare dibangun sejak 2016 dengan biaya Rp1,46 triliun. Saat ini progresnya telah mencapai 46 persen dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. Bendungan ini bermanfaat bagi pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya untuk debit banjir 470 meter per detik, dimana Kota Manado pernah mengalami banjir bandang pada 2014. Kemudian penyediaan air baku untuk Kota Manado, Kecamatan Kalawat, Kota Bitung dan KEK Bitung sebesar 4,5 meter per detik, PLTM dengan kapasitas 2 x 0,70 Mega Watt serta pengembangan pariwisata.

Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sulawesi Sungai I Direktorat Sumber Daya Air (SDA) juga menganggarkan Rp52,5 miliar untuk membangun pengendalian banjir pada 4 Sungai di Kota Manado. Pengerjaannya dibagi tiga paket, yakni paket persiapan yang meliputi desain dikerjakan 2019 dengan biaya Rp2 miliar, paket dokumen lingkungan Rp500 juta dan paket fisik Rp50 miliar pada 2020. 

Sementara Bendungan Lolak dengan kapasitas tampung 16,10 juta meter kubik dan luas genangan 97,46 hektare yang berguna untuk sumber air daerah irigasi seluas 2.214 hektare, penyediaan air baku 500 liter per detik dan pembangkit tenaga listrik sebesar 3,3 Mega Watt. Pembangunannya telah dimulai pada 2016 dengan biaya sebesar Rp1,71 triliun. Kontsruksi Bendungan Lolak ditargetkan rampung 2021. 

Selain itu pembangunan Embung Wanua Ure di Kabupaten Minahasa Utara dengan biaya Rp 6,6 miliar pada masa pelaksanaan tahun 2018. Embung ini memiliki kapasitas tampung 31,1 meter kubik, luas genangan 9,9 meter persegi, dan bermanfaat untuk penyediaan air baku sebesar 8 liter per detik dan irigasi seluas 5 hektare.

Revitalisasi Danau Tondano

Kementerian PUPR sejak 2016 secara bertahap telah melaksanakan kegiatan revitalisasi 10 danau dari 15 danau kritis yang menjadi prioritas nasional untuk ditangani, salah satunya adalah Danau Tondano di Kabupaten Minahasa. 

Revitalisasi danau bertujuan untuk mengembalikan fungsi alami danau sebagai tampungan air melalui pengerukan, pembersihan gulma air/eceng gondok, pembuatan tanggul, termasuk penataan di kawasan daerah aliran sungai. Danau Tondano memiliki volume tampung 668,6 juta per meter persegi dan luas 4.616 hektar, di mana sekitar 500 hektar digenangi eceng gondok. 

Luasnya pun mengalami penyusutan, dimana pada 1992 luasnya sekitar 4.800 hektar, sehingga dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah menyusut 184 hektar. Kedalaman danau dari semula 4,3 meter setelah dilakukan pengerukan sendimen menjadi 14 meter. Total anggaran sebesar Rp 30 miliar yang dibagi dalam 2 tahap, yakni 2019 sebesar Rp10 miliar dan 2020 sebesar R 20 miliar. 

Sebelumnya Kementerian PUPR telah menyelesaikan revitalisasi Sungai Tondano yang menjadi sumber air Danau Tondano. Biaya pengerjaannya sebesar Rp108,6 miliar dengan masa pelaksanaan 2016-2018.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID