logo rilis
Kementerian BUMN Klarifikasi soal Rekaman Bagi-bagi 'Fee' dengan PLN
Kontributor
Syahrain F.
28 April 2018, 15:31 WIB
Kementerian BUMN Klarifikasi soal Rekaman Bagi-bagi 'Fee' dengan PLN
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklarifikasi soal beredarnya rekaman percakapan antara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir.

Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro mengatakan, penggalan percakapan tersebut sengaja diedit sedemikian rupa dengan tujuan memberikan informasi yang salah dan menyesatkan.

"Kementerian BUMN menegaskan percakapan tersebut bukan membahas tentang 'bagi-bagi fee' sebagaimana yang dicoba digambarkan dalam penggalan rekaman suara tersebut," ungkap Imam, dalam keterangannya yang diterima pada Sabtu (28/4/2018), di Jakarta.

Imam mengakui, memang benar Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basir melakukan diskusi mengenai rencana investasi proyek penyediaan energi yang melibatkan PLN dan Pertamina.

Dalam diskusi tersebut, baik Menteri BUMN Rini Soemarno maupun Dirut PLN Sofyan Basir memiliki tujuan yang sama yaitu memastikan bahwa investasi tersebut memberikan manfaat maksimal bagi PLN dan negara.

Dalam percakapan itu dibahas upaya Dirut Sofyan Basir dalam memastikan keikutsertaan PLN dalam proyek tersebut.

Salah satunya adalah PLN harus mendapatkan porsi saham yang signifikan.

Dengan begitu, PLN memiliki kontrol dalam menilai kelayakannya, baik kelayakan terhadap PLN sebagai calon pengguna utama, maupun sebagai pemilik proyek itu sendiri.

Proyek penyediaan energi ini pada akhirnya tidak terealisasi karena memang belum diyakini dapat memberikan keuntungan optimal, baik untuk Pertamina maupun PLN.

"Kami tegaskan kembali bahwa pembicaraan utuh tersebut isinya sejalan dengan tugas Menteri BUMN untuk memastikan bahwa seluruh BUMN dijalankan dengan dasar 'Good Corporate Governance' (GCG)," ujar Imam menegaskan.

Sementara Kementerian BUMN akan mengambil upaya hukum untuk mengungkap penyebar rekaman tersebut.


500
komentar (0)