logo rilis
Kementan Luncurkan Program 'Bekerja' di Cianjur
Kontributor
Elvi R
23 April 2018, 11:15 WIB
Kementan Luncurkan Program 'Bekerja' di Cianjur
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, di Cianjur saat meluncurkan program 'Bekerja'. FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Cianjur— Desa Cikencana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, merupakan tempat yang dipilih untuk peluncuran program Bekerja. Peluncuran tersebut dilakukan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, pada Senin (23/4/2018).

Pemilihan tempat Cianjur, karena BKKBN mencatat terdapat 580 rumah tangga yang masuk dalam kategori pra sejahtera dan sejahtera 1, dengan rata-rata anggota keluarga per rumah tangga sebanyak 4-8 orang. Sumber pendapatan utama adalah buruh pertanian (38,4 persen) dan buruh non pertanian (49,1 persen). 

Pendapatan rata-rata per rumah tangga di desa Cikencana saat ini adalah sebesar Rp1.419.900 per rumah tangga per bulan atau Rp348.015 per kapita per bulan, lebih rendah dari garis kemiskinan Badan Pusar Statistik (BPS) per September 2017 sebesar Rp370.910 per kapita per bulan.

Diharapkan dalam tiga bulan ke depan, rata-rata pendapatan akan naik naik 5,8 persen menjadi Rp1.502.513 per rumah tangga per bulan. Sehingga pada 6 bulan hingga 12 bulan ke depan, rata-rata pendapatan meningkat lagi hingga 283,7 persen menjadi Rp4.101.513 per rumah tangga per bulan.

Dengan Program Bekerja ini, Kementan melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mengintensifkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan memberikan ternak. Dari 60 rumah tangga penerima bantuan, 40 rumah tangga mendapatkan Ayam sebanyak 50 ekor per rumah tangga, sementara 20 rumah tangga lainnya mendapatkan bantuan berupa domba dan kambing.

Kementan melalui Ditjen Holtikultura memberikan bantuan berupa 100 batang bibit jeruk, 106 batang bibit durian, 60 batang bibit papaya, 250 pot sayuran dalam polybag, 1 kilogram (untuk 5 ha) benih cabai besar dan cabai rawit, 0,75 kilogram (untuk 1 ha) mentimun, 4 kilogram (untuk 0,75 ha) bayam, dan benih cabai 8 tray dan 200 polybag. Bantuan juga meliputi 4 hektare kawasan cabai berupa benih, pupuk, mulsa, cultivator 1 hektare dan handspraye 1 buah, serta kawasan pisang untuk 1 hektare. Total bantuan mencapai Rp 171,3 juta.

Melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan juga memfasilitasi kegiatan Pekarangan Pangan Berkelanjutan (PBB) senilai Rp100 juta dalam bentuk bantuan yang sebagian sudah terealisasi, meliputi 1 unit Kebun Bibit Desa (KBD) lengkap dengan fasilitas semai, bibit dan pengairan sederhana; lalu demplot pertanaman, kandang ternak dan bibit ayam; fasilitasi 1 unit kebun sekolah; dan fasilitasi pengembangan pekarangan untuk 130 rumah tangga.

"Diharapkan program ini dapat berjalan baik dengan menjalin sinergi berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta stakeholders terkait," ujar Amran.

Sejumlah universitas, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, dan organisasi-organisasi lain yang punya fokus program pemberdayaan pertanian dan pengentasan kemiskinan juga diharapkan bisa berpartisipasi aktif. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)