logo rilis
Kementan Gandeng IRRI Atasi Stunting dan Perubahan Iklim
Kontributor
Elvi R
05 Agustus 2019, 19:29 WIB
Kementan Gandeng IRRI Atasi Stunting dan Perubahan Iklim
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pertanian (Kementan) dan International Rice Research Institute (IRRI) sepakat meningkatkan kerjasama pemuliaan padi spesifik. Kerjasama ini guna mendukung mengatasi stunting dan perubahan iklim. 

Hal ini terungkap di sela-sela pertemuan Special SOM-AMAF ke 40 di Hue City, Vietnam, Senin (5/8/2019), Sekretaris Jenderal Kementan, Momon Rusmono didampingi Kepala Pusat Kerjasama Luar Negeri, Ade Candra dan Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Prayudi Syamsuri melakukan pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal IRRI, Matthew Morell. Matthew Morell mengatakan IRRI berkomitmen untuk memberikan dukungan  penelitian yang dilaksanakan pemerintah Indonesia dalam bidang pemuliaan padi yang memiliki spesifikasi khusus. Terlebih selama ini kerjasama dengan Kementan RI telah berjalan dengan baik.

“Salah satu galur yang telah baru-baru ini dilepas atas kerjasama tersebut dan terus dikembangkan  adalah varietas padi yang kaya kandungan Zink yang bermanfaat untuk mengatasi kekerdilan (stunting, red) dan juga varietas input rendah seperti Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR,” jelas Matthew.

Mathew menyatakan, ke depan kerja sama penelitian tidak hanya pada pemuliaan padi, namun dapat diperluas di bidang penelitian bioteknologi dan remote sensing. Peluang kerjasama selain penelitian, yaitu dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Peningkatan kapasitas ini melalui pemberian beasiswa untuk lanjut ke pendidikan S2 dan S3 serta training bagi peneliti-peneliti muda kita,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Momon Rusmono menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas peran aktif IRRI membangun pertanian regional berbasis padi.

“Kami menyambut baik dan atas nama pemerintah RI memberikan apresiasi yang tinggi atas kesediaan IRRI terus bekerjasama dalam hal penelitian dan pengembangan sumberdaya manusia yang sudah dimulai sejak 1960an,” tegasnya.

Pertemuan SOM AMAF merupakan pertemuan berkala pejabat yang menangani sektor pertanian dari negara anggota Asean. Tujuan pertemuan ini adalah untuk menjaga semangat negara anggota Asean untuk maju bersama terutama di sektor pertanian dalam upaya  meningkatkan keamaman pangan regional.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID