logo rilis
Kementan Distribusikan 30 Juta Benih Holtikultura, Nilainya Rp5,5 Triliun
Kontributor

20 September 2018, 14:43 WIB
Kementan Distribusikan 30 Juta Benih Holtikultura, Nilainya Rp5,5 Triliun
Ilustrasi benih. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pertanian akan mendistribusikan sekitar 30 juta benih tanaman hortikultura, dengan nilai Rp5,5 triliun untuk seluruh petani di Indonesia. 

"Benih hortikultura senilai Rp5,5 triliun dibagikan ke masyarakat. Kami berangkatkan ke daerah-daerah, benih gratis, pupuk gratis," ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (20/9/2018).

Andi mengatakan, puluhan juta bibit ini didistribusikan melalui kelompok usaha tani agar kembali disebar.

Ia ingin Indonesia menjadi salah satu kekuatan besar dalam ketahanan pangan.

Selain mencukupi kebutuhan dalam negeri, hasil panen bisa menjadi salah satu komoditas ekspor.

"Jajaran pertanian seluruh Indonesia lakukan ekspor dan investasi. Kuartal kedua pertanian menjadi mendorong pertumbuhan perekomian Indonesia," kata dia.

Mentan Amran merinci benih yang didistribusikan seperti 24 ton benih bawang merah didistribusikan kepada 16 kelompok tani/petani di empat kabupaten yakni Sukabumi, Subang, Indramayu dan Majalengka. 

Sebanyak 20 ton benih bawang putih didistribusikan kepada 4 Dinas Pertanian meliputi Dinas Pertanian Kabupaten Tegal, Dinas Pertanian Jabar, Dinas Pertanian NTB dan Dinas Pertanian Maluku.

Kemudian, 26 ton benih kentang didistribusikan kepada 10 kelompok tani di empat kabupaten meliputi Bandung Barat, Purbalingga, Banjarnegara dan Sumedang. 

"Benih tersebut merupakan benih unggul hasil inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian yang diproduksi pada Tahun Anggaran 2017," kata Mentan Amran.

Di samping pendistribusian benih, ia juga meminta kepada Direktorat Jenderal Holtikultura untuk memperbaiki sistem proses tanam hingga panen agar memiliki nilai jual yang tinggi. 

"Contoh kecil coklat, kalau ke Singapura kita jual segenggam kakao hanya 1.000 Rupiah, kita ekspor ke Singapura setelah processing, packaging harga 9.000 rupiah perbiji dan di bawa ke Indonesia kembali. Padahal asli Indonesia," katanya. 

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID