logo rilis
Kementan Canangkan 2019 sebagai Tahun Perbenihan dan Pengentasan Kemiskinan
Kontributor
Fatah H Sidik
21 Mei 2018, 22:35 WIB
Kementan Canangkan 2019 sebagai Tahun Perbenihan dan Pengentasan Kemiskinan
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mencanangkan 2019 sebagai tahun perbenihan dan pengentasan kemiskinan berbasis pertanian. Untuk itu, program strategis tahun sebelumnya akan dilanjutkan.

"Seperti luas tambah tanam (LTT), modernisasi pertanian, infrastruktur air, dan sebagainya," ujarnya saat pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Pertanian 2019 di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (21/5/2018).

Benih dan penurunan kemiskinan menjadi fokus Kementan, lantaran tahun depan merupakan fase terakhir Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

"Karena itu, kegiatan-kegiatan yang disusun fokus lokasi dalam rangka capaian target dalam RPJMN," katanya.

Adapun beberapa kegiatan yang menjadi fokus Kementan pada 2019, seperti kawasan berbasis korporasi, pembangunan nursery, swasembada protein, satuan kerja (satker) khusus di perbatasan, padat karya, serta pertanian modern.

"Dan peningkatan infrastruktur pengolahan dan pemasaran hasil pertanian," tambah Menteri Amran.

Karenanya, jajaran Kementan dan pimpinan dinas pertanian atau terkait yang hadir, diharapkan membuat perencanaan berkualitas, transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Serta tidak melakukan konspirasi maupun KKN," tegas jebolan Universitas Hasanuddin (Unhas) ini.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Amran sempat menyinggung Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja). Katanya, program tersebut dijalankan sejak 2018 dengan tujuan menurunkan angka kemiskinan di desa.

"Sebanyak 16 juta rakyat miskin di perdesaan, dan 65 persen adalah petani. Kita berharap, Program Bekerja mendapat respons yang positif dari pemda. Sehingga, bersama-sama mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan petani miskin," urainya.

Pembantu Presiden asal Bone itu juga menyinggung masalah ketersediaan pangan pada Ramadan 2018. Menurut Menteri Amran, stok pangan cukup. Beberapa komoditas, angkanya melampaui kebutuhan nasional.

"Saya minta para kadis untuk berkoordinasi dengan aparat setempat, untuk menjaga pasokan dan distribusi. Sehingga, harga terkendali hingga hari raya nanti," tutupnya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


500
komentar (0)