Home » Peristiwa » Daerah

Kementan Aktifkan Kembali Museum Tanah di Bogor

print this page Rabu, 6/12/2017 | 04:15

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat soft launching Museum Tanah di Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12/2017). FOTO: Facebook

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian, Gayatri K Rana, menilai urgensi pemahaman masyarakat terhadap tanah akan terjawab dengan keberadaan museum tanah di Bogor.

Soft launching museum tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Amran Sulaiman.

Museum tanah diharapkan bisa menunjang kualitas pertanian dengan mengenal kultur tanah yang dimiliki.

"Dengan mengenal tanah di Indonesia maka berbagai inovasi teknologi pertanian dapat diciptakan khususnya untuk efisiensi dan peningkatan produksi pertanian," kata Gayatri melalui keterangan tertulis yang diterima rilis.id, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Soal tanah ini, Gayatri menambahkan, Indonesia merupakan paling kaya. Pasalnya, dari 12 macam tanah di dunia, 10 di antaranya terdapat di Indonesia.

Kekayaan itu pun diturunkan lagi pada keragaman fauna yang dihasilkan dari tanah yang dimiliki. Tanah yang kita punya, kata Gayatri, membawa kekayaan turunan.

"Beragamnya jenis tanah yang ada di Indonesia tersebut berdampak pada beragamnya flora, fauna serta kekayaan alam kita," kata Gayatri.

Museum Tanah Indonesia didirikan pada tahun 1988 oleh Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanah bekerja sama dengan International Soil Reference and Information Centre (ISRIC) yang berkedudukan di Wageningen Belanda dan menjadi satu-satunya museum tanah di Indonesia.

Tahun 2015, pihak Kementerian Pertanian merenovasi museum tersebut agar bisa menampung lebih banyak koleksi.

Saat ini, museum tanah indonesia memiliki koleksi sampel tanah dan batu dari seluruh pelosok  Indonesia. Selain itu, ada pula berbagai koleksi penunjang lainnya seperti monolith tanah, peta, batuan induk, peralatan survey, mesin cetak peta, biodiversitas organisme tanah.

Penulis Armidis Fahmi
Editor Syahrul Munir

Tags:

Museum TanahKementanMenteri AmranGayatri K Rana