logo rilis
Kemensos Sayangkan Pernikahan Bocah SMP
Kontributor
Fatah H Sidik
16 April 2018, 14:57 WIB
Kemensos Sayangkan Pernikahan Bocah SMP
Ilustrasi menikah. FOTO: pixabay.com

RILIS.ID, Jeneponto— Kementerian Sosial (Kemensos) menyayangkan rencana pernikahan dini pasangan anak SMP di Sulawesi Selatan. Keduanya telah mendapatkan persetujuan Pengadilan Agama Bantaeng.

"Seharusnya dibimbing dan diarahkan dulu, tidak langsung disetujui karena usia anak bukan usia yang baik untuk pernikahan," ujar Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Edi Suharto, di Jeneponto, Sulsel, Senin (16/4/2018).

Sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak, terangnya, batas usia boleh menikah minimal 18 tahun. Sedangkan keduanya, baru berumur 15 dan 14 tahun.

"Usia anak adalah untuk bermain, bersekolah, dan mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Kalau memang alasannya menikah seperti yang diberitakan, karena takut tidur sendiri, saya pikir orang tua atau kerabatnya yang mendampingi," sarannya.

Baca: Selain Cinta, Alasan Bocah SMP Kebelet Nikah Ini Bikin Terenyuh

Dikabarkan sepasang siswa SMP di Sumsel ingin menikah. Mereka mendaftarkan rencana pernikahannya kepada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaeng. Bahkan, mengikuti Bimbingan Perkawinan, Kamis (12/4) lalu.

Meski begitu, mulanya KUA setempat sempat menolak mengeluarkan blanko N9 (Penolakan Pencatatan). Pertimbangannya, belum memenuhi syarat menikah dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.

Berdasarkan UU Perkawinan, batas usia minimal menikah bagi perempuan 16 tahun. Sedangkan laki-laki 19 tahun. Kemudian, mereka mengajukan permohonan dispensasi kepada Pengadilan Agama Bantaeng dan dikabulkan.

Sumber: ANTARA


komentar (0)