logo rilis
Kemenristekdikti Godok Regulasi 'Home Base' Dosen
Kontributor
Fatah H Sidik
18 April 2018, 17:51 WIB
Kemenristekdikti Godok Regulasi 'Home Base' Dosen
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) tengah menggodok regulasi terkait home base dosen. Mulanya, home base berdasarkan program studi (prodi).

"Nanti tidak lagi. Namun, di fakultas atau nanti di universitas," ujar Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na'im, di Jakarta, Rabu (18/4/2018). Awalnya, tiap prodi minimal memiliki enam dosen.

Dalam perbaikan regulasi nantinya, jelasnya, bakal memperhatikan keseluruhan rasio dosen dan mahasiswa wajar atau tidak. Rasio dilihat dari waktu yang didedasikan dosen untuk prodi tersebut (full time equivallence/FTE).

"Kecukupan dosen diukur dengan rasio jumlah FTE dosen dibanding dengan jumlah FTE mahasiswa pada tingkat universitas, fakultas, dan prodi," terangnya.

FTE, katanya, merupakan ukuran jumlah dosen atau mahasiswa berdasarkan ekuivalen penuh waktu. Yakni, selama 37,5 jam per minggu atau 16 Sistem Kredit Semester (SKS) per semester.

"Misalnya dalam fakultas atau universitas, jumlah dosen ada 100 orang. Tetapi, yang 50 orang bekerja paruh waktu sebanyak 18,75 jam per minggu. Maka, jumlah dosen FTE sebanyak 75 orang. Jika jumlah mahasiswa FTE 300 orang, maka rasionya satu perempat. Jadi, kita melihat FTE-nya, tidak harus semua dosen penuh," urainya.

Dengan begitu, tambah Ainun, syarat jumlah dosen yang mengajar di setiap prodi tak mutlak enam dosen. Sebab, dosen yang mengajar di studi jenjang sarjana, nantinya bisa mendidik di pascasarjana.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)