logo rilis

Kemenristekdikti Gandeng Kampus-Industri Kembangkan Produk Utama Daerah
Kontributor
Tio Pirnando
26 Maret 2018, 18:22 WIB
Kemenristekdikti Gandeng Kampus-Industri Kembangkan Produk Utama Daerah
Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristedikti, Jumain Appe. FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristedikti) berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri untuk mengembangkan produk utama daerah. Pemerintah mengucurkan dana untuk tiap produk yang dikembangkan.

"Satu klaster ada yang Rp1,5 milyar, ada yang Rp1,6 miliar. (Besaran nilai) tergantung dari teknologi yang akan dikembangkan dan produk yang akan digunakan" ujar Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe, di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Beragam klaster inovasi yang sedang berjala. Misalnya, klaster nilam di Aceh, mobil pedesaan di Jawa Barat, kopi di Jawa Timur, padi di Luwuk, garam di Jeneponto, serta kelapa di Sulawesi Utara.

Dari delapan klaster tersebut, terang Jumain, sekitar empat di antaranya menghasilkan produk inovasi. Contohnya, nilam di Aceh dan kelapa.

Kemenritekdikti berupaya klaster kelapa di Sulut dimanfaatkan menjadi berbagai produk olahan, sehingga mempunyai nilai ekonomi. Dengan begitu, bisa dikomersialisasikan melalui pengembangan industri serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dia mencontohkan dengan sabut kelapa yang bisa dimanfaatkan untuk beragam produk. "Baik untuk pemanasan, dibuat menjadi tali tambang, bahan dalam jok mobil, kasur, dan juga ada yang bikin helm. Jadi hanya satu komoditi, bisa mengasilkan lima produk," tuntasnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)