logo rilis
Kemenristekdikti Gagas Riset Kelas Dunia, Ini Caranya...
Kontributor
Elvi R
03 Mei 2018, 13:00 WIB
Kemenristekdikti Gagas Riset Kelas Dunia, Ini Caranya...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza

RILIS.ID, Bandung— Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Muhammad Dimyati mengatakan, pihaknya sedang menggagas riset kelas dunia.

"Salah satu upaya untuk meningkatkan sitasi atau pengutipan adalah dengan memasangkan dosen-dosen kita dengan peneliti asing melalui skema riset kelas dunia," ujar Dimyati di Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/5/2018).

Dimyati menambahkan, program riset kelas dunia tersebut akan disandingkan dengan program mendatangkan profesor kelas dunia atau World Class Professor (WCP).

Para profesor tersebut akan membantu perguruan tinggi dalam meningkatkan penelitiannya dan juga menulis jurnal internasional. Profesor itu diminta untuk mentransfer pengetahuan kepada dosen-dosen di Tanah Air.

"Sudah ada beberapa penulis asing yang kami masukkan ke dalam daftar. Mulai dari peneliti dari Amerika Serikat ada lima peneliti, Eropa sebanyak dua atau tiga peneliti," tambah dia.

Untuk peneliti dari Amerika Serikat, kata Dimyati, di bidang nanoteknologi dan kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan rencana induk riset.

Dimyati menyebut, ada dua pendekatan yakni penunjukkan peneliti asing yang disandingkan dengan peneliti lokal dan kerja sama dengan luar negeri melalui kompetisi.

"Potensi kita, bisa menulis 151 ribu jurnal dalam satu tahun, tapi yang baru dipublikasikan di jurnal internasional baru kurang lebih 19 ribu. Jadi masih sangat tinggi," kata dia lagi.

Meskipun demikian, hal itu masih berbicara mengenai kuantitas bukan kualitas. Bukti belum maksimalnya kualitas adalah jumlah sitasinya belum tinggi. Tujuan dilakukannya sitasi adalah untuk mendukung kejujuran akademik.

"Jadi kami memilki strategi untuk meningkatkan hal itu untuk memasangkan para peneliti kelas dunia dan peneliti kita," kata Dimyati.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)