logo rilis

Kemenristekdikti: Akreditasi Kampus Harus Fleksibel dan Responsif
Kontributor
Tio Pirnando
29 Maret 2018, 13:56 WIB
Kemenristekdikti: Akreditasi Kampus Harus Fleksibel dan Responsif
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ainun Naim mengatakan, pihaknya menyambut baik Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang telah melakukan pengembangan pada instrumen akreditasi, sesuai dengan perkembangan pendidikan tinggi dan tuntutan masyarakat

Menurutnya, berdasarkan Permenristekdikti Nomor  32/2016, BAN-PT telah diamanatkan untuk mengembangkan instrumen akreditasi yang relevan dengan pengembangan sektor pendidikan tinggi di Indonesia dan mengikuti perkembangan global.

"Secara natural kita perlu model yang berbeda untuk jenis lembaga pendidikan yang berbeda. Di dalam sistem penilaian yang baru ini sudah mempertimbangkan perbedaan karakteristik perguruan tinggi maupun program studinya," ujar Ainun dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Dia berharap, kedepan BAN-PT dalan menjalankan tugasnya dapat lebih fleksibel, menyesuaikan dengan perkembangan-perkembangan yang ada.

"Tuntutan masyarakat dan perkembangan teknologi sekarang ini, kemungkinan besar perubahan-perubahan itu akan semakin cepat. Misalnya pada model pembelajaran maupun terkait ketentuan dosen," bebernya.

Lebih lanjut, Ainun memandang, outcome dari instrumen akreditasi merupakan salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan. 

Aspek ini, berkaitan dengan bagaimana lulusan perguruan tinggi dapat mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi atau bagaimana temuan-temuan penelitian berkontribusi pada ilmu pengetahuan.

Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Basaruddin menuturkan, Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) yang baru memiliki beberapa fitur utama seperti lebih berorientasi pada output dan outcome, dibanding instrumen sebelumnya yang lebih menitikberatkan input

Selain itu, hasil akreditasinya akan dinyatakan dalam bentuk status dan peringkat seperti status terakreditasi atau tidak terakreditasi, sementara untuk peringkat baik, baik sekali dan unggul.

"IAPT yang baru ini juga didasarkan pada aspek misi penyelenggaraan dan tata kelola perguruan tinggi. Aspek misi dibagi menjadi 2, yaitu akademik dan vokasi. Sementara pada aspek tata kelola dibagi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU), Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja (PTN Satker) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS)," imbuhnya.

BAN-PT menetapkan waktu transisi selama 6 bulan untuk penggunaan IAPT yang baru, di mana secara efektif akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2018. 

Sementara saat ini masih menggunakan instrumen yang lama.

"BAN-PT akan menyelenggarakan pelatihan penggunaan instrumen baru bekerjasama dengan Kopertis (LLDikti), asosiasi perguruan tinggi, serta pihak lain yang terkait," tuntas dia.

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)