logo rilis
Kemenparekraf Ingin Produk Kreatif Aksilarasi Tampil di Bandara Komodo
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
19 November 2020, 14:12 WIB
Kemenparekraf Ingin Produk Kreatif Aksilarasi Tampil di Bandara Komodo
Direktur Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan, dan Penerbitan, Mohammad Amin. FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Labuan Bajo— Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah menggali potensi ekonomi kreatif yang ada di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Aksilarasi (Aksi Selaras Sinergi). 

Menurut Direktur Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan, dan Penerbitan, Mohammad Amin, produk-produk kreatif hasil Aksilarasi itu bisa memiliki nilai ekonomi dan mendukung pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas. 

Untuk itu, Amin berharap ke depannya produk-produk kreatif dari program Aksilirasi itu bisa tampil di ruang-ruang publik, salah satunya di Bandara Komodo. 

"(Kemasannya) tentu akan menyesuaikan. Kalau di bandara itu kan pertama kalau rekaman bisa audio, tapi semacam music corner kan bisa. Misalnya satu sampai dua orang main sasando di tempat itu kan bisa. Jadi kemasan-kemasan yang minimalis dalam bentuk pertunjukan," kata Amin di Labuan Bajo, Kamis (19/11/2020). 

Selain bandara, kata Amin, ruang publik yang bisa digunakan adalah restoran. Dengan begitu, menurutnya, semua orang bisa melihat keunikan budaya dan identitas dari Labuan Bajo sendiri. 

"Makanya yang perlu dilakukan adalah diversifikasi produk. Jadi misalnya produk-produk yang minimalis dalam jumlah orang. Kemudian ada tari-tari yang memanfaatkan digital, musik-musik memanfaatkan digital, ada yang tari-tari kelompok, tari massal," ujarnya.

Amin mengatakan, yang dibutuhkan saat ini adalah kesenian yang partisipatif, di mana wisatawan bisa ikut bergabung ke dalamnya. Dengan begitu, wisatawan akan mendapatkan kenangan yang tidak terlupakan saat berkunjung ke Labuan Bajo. 

"Misalnya ada dua orang main pegang bambu, turis atau siapapun yang tamu itu dapat join dalam seni pertunjukan itu," ucap Amin. 

Untuk diketahui, program Aksilarasi merupakan salah satu komitmen Kemenparekraf dalam melakukan pendampingan dan penciptaan produk kreatif di destinasi wisata super prioritas agar masyarakat setempat mampu menciptakan produk kreatif unggulan di subsektor seni musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan penerbitan. 

Labuan Bajo sendiri telah ditetapkan sebagai empat besar destinasi super prioritas, pintu masuk kawasan situs warisan dunia (World Heritage Site Unesco) - Taman Nasional Komodo, hingga menjadi lokasi penyelenggaraan sejumlah agenda internasional, seperti G20 Summit dan ASEAN Summit pada 2023.

Sehingga, diperlukan kekhasan dan identitas di Labuan Bajo yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam saja. 

“Besar harapan kami dengan tersedianya produk unggulan dari para pelaku dari empat subsektor ini akan mampu mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif Labuan Bajo guna mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan dukungan peran aktif warga sekaligus mendukung pengembangan destinasi pariwisata,” jelas Amin. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID