logo rilis
Kemenkominfo: Perlu Kekuatan Seluruh Masyarakat Lawan Hoaks
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
07 Mei 2018, 23:01 WIB
Kemenkominfo: Perlu Kekuatan Seluruh Masyarakat Lawan Hoaks
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, — Pemerintahan Joko Widodo akan terus berupaya untuk menghilangkan penyebaran informasi bohong alias hoaks. 

Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Kerja Sama Kelembagaan Kemenkominfo, Dedi Hermawan, mengatakan, seluruh masyarakat juga harus turut terlibat dalam memerangi berita-berita hoaks yang telah meresahkan masyarakat tersebut. 

"Pertumbuhan eksponensial dengan adanya hoaks itu akan sulit dilakukan sendirian, perlu dilakukan galang kekuatan seluruh masyarakat yang sadar bahwa betapa bahayanya fitnah," kata Dedi dalam diskusi PENA 98 di kawasan Kemang, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Kemenkominfo, ujar Dedi, juga terus melakukan langkah-langkah antisipasi, salah satunya dengan memberikan literasi dan edukasi. Selain itu, ujar dia, pihaknya juga menggandeng elemen masyarakat di berbagai daerah seperti MUI, PGI, Walubi dan organisasi lainnya.

"Salah satu yang kita hasilkan adanya fatwa MUI tentang penggunaan medsos," ujar Dedi. 

Tak hanya itu, imbuh Dedi, Dewan Pers dan media massa juga dilibatkan dalam mendeteksi berita hoaks. Selain itu juga bekerja sama dengan pihak kepolisian khususnya divisi cyber crime.

"Kami temukan isu, polisi yang tangani, beberapa kasus sudah ditangani. Misalnya kasus MCA dan Saracen. Bahkan kami juga libatkan kelembagaan lainnya seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," imbuhnya. 

Sementara itu, Kasubdit Keamanan Khusus Intelkam Polri, Kombes Pol Ratno Kuncoro, mengungkapkan data Mabes Polri sejak 2017 awal sampai Maret 2018. Menurut dia, pihaknya menangani sejumlah hampir 3000 lebih kasus yang terkait di dalamnya soal cyber crime

"Jadi di dalamnya ada cyber crime sebanyak 60 persen, penistaan 30 persen, ada juga masalah ujaran kebencian sekitar 8 persen," ungkap Ratno.

Dia menjelaskan, kepolisian juga memiliki beberapa tahapan penindakan dalam upaya memerangi hoaks. di antaranya langkah preventif dan pencegahan. 

"Tugas polisi adalah pemeliharaan kamtibmas, artinya jangan sampai masyarakat kita berantem satu sama lain karena penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Perbedaan pandangan, berbeda aliran antar-agama, dan aliran di dalam satu agama," pungkasnya.

Dalam diskusi itu, hadir pula pembicara lainnya seperti pegiat media sosial, Ulin Yusron, wartawan senior Imam M. Sumarsono, dan dari Pena 98, Yuslizar.

Editor: Sukma Alam


500
komentar (0)