logo rilis

Kemkominfo Dorong UMKM Optimalkan Peran E-commerce
Kontributor
Elvi R
20 September 2018, 10:00 WIB
Kemkominfo Dorong UMKM Optimalkan Peran E-commerce
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Surabaya — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) turut membangun dan menggerakkan usaha e-commerce melalui transaksi daring mengingat potensinya yang besar di Indonesia.

"Transaksi daring melalui portal e-commerce semakin populer digunakan di masyarakat luas, dan hal tersebut dapat dinilai sebagai perkembangan positif, karena semakin mudah untuk menghubungkan penjual dan pembeli saat ini," kata Direktur Informasi dan Komunikasi Septriana Tangkary saat Forum "Sosialisasi Belanja dan Jualan Online: Murah, Cepat, dan Aman" di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/9/2018).

Kemenkominfo menggandeng IWAPI serta Blibli.com untuk mengedukasi UMKM terkait penggunaan e-commerce, diharapkan para pelaku UMKM dapat semakin terstimulasi untuk memaksimalkan e-commerce dan mengembangkan usaha mereka.

Septriana menjelaskan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia, mengingat saat ini terdapat penetrasi pengguna internet yang mencapai lebih dari 132 juta. Pengguna e-commerce pun terus meningkat dengan bertambahnya portal e-commerce.

"Perkembangan ekonomi ini harus terus dipupuk dan masyarakat harus terus diberi dorongan dan dukungan untuk terus melakukan transaksi daring agar industri dapat terus berkembang dengan pesat. Namun penting untuk diingat, masyarakat pun perlu dilindungi dengan dibekali ilmu cara bertransaksi digital yang aman," katanya.

Lebih lanjut, Septriana mengungkapkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41 persen dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit.

"Namun, baru sekitar delapan persen atau sebanyak 3,79 juta pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan platform daring untuk memasarkan produknya. Padahal tren pergerakan konsumen semakin memberat di transaksi daring," ujarnya.

Dengan kegiatan ini, diharapkan potensi besar e-commerce di Indonesia lebih tergali. Apalagi, dengan tingginya masyarakat yang mengakses internet, memungkinkan Indonesia untuk menjadi pasar transaksi daring terbesar di Asia.

"Pada 2020, transaksi e-commerce di Indonesia ditargetkan mencapai US$130 miliar. Hal ini dapat tercapai, jika UMKM juga turut terlibat dalam membangun pasar dari sisi penyedia barang," ujarnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID