logo rilis

Kemenkeu Klaim Kenaikan Rokok Lindungi Industri Padat Karya
Kontributor
Nailin In Saroh
15 September 2019, 15:30 WIB
Kemenkeu Klaim Kenaikan Rokok Lindungi Industri Padat Karya
Ilustrasi Rokok

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjamin kenaikan harga cukai hasil tembakau sebesar 23 persen, demikian pula harga jual eceran menjadi rata-rata 35 persen. Kenaikan ini berlaku mulai 2020 sesuai Keputusan Presiden.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengklaim, kenaikan tarif cukai rokok sebesar 23 persen pada tahun 2020 akan melindungi industri hasil tembakau yang berbasis padat karya dan memperbanyak pekerja.

"Padat karya yang lebih utama karena melibatkan ribuan tenaga kerja dan turunannya," kata Heru kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Heru menjelaskan, untuk melindungi industri padat karya ini maka kenaikan tarif cukai dan harga jual eceran rata-rata Sigaret Kretek Tangan (SKT) akan lebih rendah daripada Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SKM).

"Intinya, pemerintah memberikan perhatian kepada industri padat karya. Mengkaitkan atau mengimplementasikannya SKT, pasti tarifnya akan lebih rendah. Dari produk hasil tembakau dari industri padat modal," katanya.

Dengan pertimbangan dan pertimbangan yang lebih ringan tersebut, ia mengharapkan industri padat karya tidak melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap para pekerja. Meski diperkirakan akan menaikkan tarif.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID