logo rilis
Kemenkes Turunkan Belasan Petugas Riset Kesehatan di Biak
Kontributor
Kurniati
23 April 2018, 10:10 WIB
Kemenkes Turunkan Belasan Petugas Riset Kesehatan di Biak
Ilustrasi tenaga kesehatan. FOTO: Instagram/@kemenkes_ri

RILIS.ID, Biak— Sebanyak 16 petugas lapangan untuk melakukan riset kesehatan daerah (Riskesda) diturunkan oleh Kementerian Kesehatan di Kabupaten Biak Numfor.

"Program Riset Kesehatan berbasis komunitas berskala nasional ini dilaksanakan secara terintegrasi dengan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik," ungkap penanggungjawab kegiatan Riskesda Balitbang Kementerian Kesehatan, Galih Arianto, di Biak, Senin (23/4/2018).

Ia mengatakan, Riskesdas dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI untuk menilai perkembangan status kesehatan masyarakat, faktor risiko serta perkembangan upaya pembangunan kesehatan.

Galih mengatakan, sampel yang ditemui Susenas pada bulan Maret 2018 akan dikunjungi kembali oleh Riskesdas 2018 dan pemutakhiran sampel dilaksanakan BPS.

Indikator spesifik kesehatan yang rinci, lanjutnya, akan dikumpulkan Badan Litbang Kesehatan sedangkan untuk indikator umum kesehatan, perumahan, pengeluaran rumah tangga dikumpulkan BPS.

Galih menyebut, indikator kesehatan yang dikumpulkan Riskesdas dilaporkan oleh Badan Litbang Kesehatan yang dilengkapi beberapa karakteristik yang dikumpulkan di Susenas 2018.

"Sedangkan indikator kesehatan yang dikumpulkan Susenas dilaporkan oleh BPS yang dapat menggunakan variabel di Riskesdas sebagai karakteristik. Hasil integrasi indikator dilaporkan Badan Litbang Kesehatan dan BPS," ujarnya.

Riset Kesehatan Dasar, menurut Galih, adalah salah satu riset skala nasional yang berbasis komunitas dan telah dilaksanakan secara berkala oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI.

Untuk hasil riset kesehatan daerah, lanjut Gali, telah banyak dimanfaatkan untuk tujuan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program pembangunan kesehatan baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota.

"Mengumpulkan data bukan pekerjaan yang mudah. Riskesdas yang diintegrasikan dengan Susenas ini luar biasa penting, karena bisa melihat adanya masalah disparitas (kesenjangan)," ujarnya.

Pelepasan 16 petugas tim eliminator kesehatan Riset Kesehatan Daerah Kabupaten Biak Numfor dilepas Asisten III Sekda, Andreas F Lamecky, bersamaan 10dengan apel gabungan ASN di kantor Bupati Biak, Senin (23/4/2018).

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)