logo rilis
Kemenkes: "Flying Health Care" Akan Jangkau Distrik Terpencil di Asmat
Kontributor
Kurniati
19 Januari 2018, 17:48 WIB
berita
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi. FOTO: RILIS.ID/Kurniati

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi mengakui, kondisi geografis di Kabupaten Asmat, Papua cukup menyulitkan tenaga kesehatan menyisir dan mendeteksi masalah gizi buruk dan campak di kabupaten tersebut.

"Memang ada kendala dari sisi geografis dan akses dari distrik-distrik ke fasilitas kesehatan yang ada. Tapi Kemenkes tidak pernah berhenti. Ke depan, flying health care (pelayanan kesehatan terbang) yang akan kita lakukan untuk daerah-daerah yang susah terjangkau di Papua," katanya kepada rilis.id, di ruang kerjanya, Jumat (19/1/2018).

Menurutnya, tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan terus dipenuhi oleh Kementerian Kesehatan. Hanya saja, kendala akses dan kondisi geografis yang cukup sulit dijangkau tadi.

"Sudah mulai diintervensi, tidak hanya bidang kesehatan, tapi komprehensif. Semua stakeholder ikut bersama-sama membantu, termasuk TNI yang menyiapkan helikopter agar logistik kesehatan dari Kemenkes sampai ke distrik terpencil di Kabupaten Asmat," jelas Oscar.

Sebelumnya, Kemenkes menerjunkan 39 orang tenaga kesehatan ke Kabupaten Asmat. Keberadaan mereka diharapkan bisa mengatasi KLB gizi buruk dan campak dan gizi buruk secara bertahap.

Tenaga kesehatan yang dikirim ini dibagi ke dalam dua tim, yakni tim pelayanan kesehatan primer yang akan dikirimkan ke Distrik Sawa Erma, Kolf Braza, dan Pulau Tiga. 

Sedangkan, tim pelayanan kesehatan rujukan, tenaga kesehatan yang nantinya akan dikirim ke RSUD Agats.

Dari 39 tenaga kesehatan itu, 11 di antaranya sebagai dokter spesialis, yakni 1 dokter spesialis bedah, spesialis kulit kelamin, spesialis anestesi, spesialis obgyn dan spesialis gizi klinik, 3 dokter spesialis anak, 3 dokter spesialis penyakit dalam dan 4 dokter umum. 

Adapula 3 orang perawat bedah dan 2 orang penata anestesi.

Tenaga kesehatan lainnya, yakni tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, dan surveilans yang melakukan kegiatan dengan tugas yang telah ditetapkan. 

Tags
#Asmat
#Kemenkes
#Papua
#Campak
#Gizi Buruk
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)