logo rilis
Kemenhub Ingatkan Operator Penerbangan Waspada Pascaletusan Merapi
Kontributor
Kurniati
24 Mei 2018, 11:33 WIB
Kemenhub Ingatkan Operator Penerbangan Waspada Pascaletusan Merapi
Kepulan erupsi di Gunung Merapi pagi. FOTO: Instagram/@merapi_news

RILIS.ID, Yogyakarta— Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengingatkan seluruh pemangku kepentingan penerbangan sipil di Yogyakarta untuk waspada, terkait dengan letusan Gunung Merapi pada hari ini sekitar pukul 02.55 WIB.

Laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menyebutkan telah terjadi letusan di Gunung Merapi berdurasi 4 menit, dengan tinggi kolom 6.000 meter arah barat dan terdengar dari semua pos pengamatan.

Menurut Notam nomor ASHTAM VAWR5415 yang dikeluarkan AirNav Indonesia pada pukul 03.56 WIB, Gunung Merapi yang berada di area FIR Ujung Pandang (WAAF) mempunyai status aktivitas merah (red alert) dengan sebaran abu vulkanis mulai dari permukaan hingga flight level 300.

Abu vulkanis juga bergerak ke barat daya dengan kecepatan 15 Knot. 

Informasi bersumber dari citrasatelit CVGHM dan HIMAWARI-8.

Meski belum ada rute yang berdampak karena abu merapi ini, Agus Santoso tetap mengingatkan agar untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan penerbangan, baik terhadap kejadian letusan pagi tadi atau letusan lanjutan yang mungkin bisa terjadi.

"Terutama pengelola bandara, maskapai penerbangan dan AirNav Indonesia untuk terus memantau perkembangan yang terjadi secara faktual, mengingat kolom abu vulkanis yang relatif tinggi," jelasnya.

Hingga Kamis pagi, tidak ada rute yang ditutup di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta dan masih beroperasi normal.

Jika memang kondisinya tidak memungkinkan dalam hal keselamatan penerbangan, kata Agus, semua operasional penerbangan harus ditunda.

Untuk itu, Agus juga meminta peningkatan kewaspadaan terkait keamanan dan tingkat pelayanan kepada penumpang di Bandara Yogyakarta dan yang terdampak.

"Mari kita berdoa semoga letusan Gunung Merapi segera mereda dan tidak mengganggu aktivitas penerbangan, bahkan bisa menjadi berkah bagi kita semua," katanya.
 

Sumber: ANTARA


komentar (0)