logo rilis

Kemendikbud Resmikan 12 Seni Budaya Aceh Jadi Warisan Nonbenda
Kontributor
Ning Triasih
06 November 2018, 22:01 WIB
Kemendikbud Resmikan 12 Seni Budaya Aceh Jadi Warisan Nonbenda
Tari Saman asal Aceh. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Lhokseumawe— Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan 12 seni budaya Aceh sebagai warisan bukan benda yang wajib dilestarikan.

"Di antara 12 seni tersebut adalah Tari Landok Sampot, Rapa'i Pasee, Tradisi Payung Meusikat, Pasenatken, Rapa'i Grimpeng, Keni Gayo, Laweut, Keumamah, Kuah Beulangong, Pemaman, Tradisi Panglima Laot dan Tradisi Likee," ungkap Iskandar AP, Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan, SDM dan Hubungan Kerjasama Aceh, mewakili Plt Gubernur Aceh dalam pembukaan Aceh International Rapai Festival (ACIRAF) 2018 di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Aceh, Senin (5/11) malam.

Iskandar menjelaskan, Kemendikbud menyerahkan sertifikat kepada pemerintah Aceh untuk sejumlah seni budaya sebagai bentuk pengakuan budaya yang dimiliki Aceh agar bisa dilestarikan.

"Semoga pengakuan ini menjadi pendorong bagi kita semua untuk aktif dalam melestarikan budaya daerah, sehingga indentitas kita sebagai orang Aceh tidak akan pernah lekang ditelan zaman," ucap Iskandar.

Pemerintah Aceh, lanjutnya, selain mendaftarkan kebudayaan Aceh ke Kemendikbud untuk ditabalkan sebagai warisan asli daerah, juga mendaftarkan budaya tersebut ke lembaga internasional, sehingga budaya Aceh tidak hanya dikenal lewat Tari Saman, tapi juga berbagai seni budaya lainnya termasuk Rapa'i.

"Pemerintah Aceh memberi perhatian khusus terhadap kelestarian seni budaya tradisional di daerah. Perhatian yang diberikan tidak hanya kepada seni budaya yang berkembang. Akan tetapi mengembangkan sebuah misi untuk menggali dan mengungkapkan kembali seni budaya kuno yang terancam musnah," terangnya.

Penyerahan sertifikat untuk 12 jenis seni budaya itu diterima langsung oleh masing-masing perwakilan daerah asal seni budaya tersebut. 

Dari Kabupaten Pidie, diterima langsung oleh Bupati Pidie Roni Ahmad, Kabupaten Aceh Tengah oleh Wakil Bupati H Firdaus dan Kota Lhokseumawe langsung diterima Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)