logo rilis

Kemendikbud Permudah Penyaluran Tunjangan Guru non-PNS
Kontributor
Elvi R
23 April 2018, 15:24 WIB
Kemendikbud Permudah Penyaluran Tunjangan Guru non-PNS
Pelaksana Tugas Harian (Plt) Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hamid Muhammad (kiri) FOTO: Humas Kemendikbud

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah memudahkan penyaluran tunjangan guru non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui kerja sama Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan tiga bank nasional.

Pelaksana Tugas Harian (Plt) Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hamid Muhammad mengatakan, sebagai elemen penting dalam pendidikan, kesejahteraan dan penghargaan guru perlu diperhatikan dengan baik. Oleh karenanya pemerintah memberikan kemudahan akses pada tunjangan guru non-PNS sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi guru dalam dunia pendidikan.

"Penghargaan kepada guru diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kompetensi, profesionalitas dan kesejahteraan guru," katanya di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Tunjangan atau insentif itu, kata Hamid, terdiri dari 3 jenis yaitu tunjangan profesi guru, tunjangan khusus, dan pemberian insentif bagi guru bukan PNS.  Tunjangan profesi diberikan kepada guru yang memiliki sertifikat pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya. Tunjangan khusus diberikan kepada guru sebagai kompensasi atas kesulitan hidup yang dihadapi dalam melaksanakan tugas di daerah khusus. 

"lnsentif guru diberikan kepada guru bukan PNS yang diangkat oleh pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan atau masyarakat," ungkap Hamid.

Dia menjelaskan, penyaluran tunjangan dan insentif bagi guru bukan PNS jenjang pendidikan dasar dilakukan melalui rekening guru setiap triwulan. Tunjangan dan insentif disalurkan dengan memperhatikan prinsip efisien, efektif, transparan, akuntabel, kepatutan dan manfaat. Partisipasi publik diharapkan dapat memperkuat dukungan dalam keberhasilan penyaluran tunjangan dan insentif. Selain itu akan mendukung transparansi sehingga terdapat keterbukaan yang memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi tentang proses penyaluran tunjangan dan insentif yang dilakukan. 

"Lembaga keuangan seperti Bank perlu diberi kesempatan untuk ikut andil dalam proses penyalurannya," ujarnya.

Data menunjukkan, sebagian besar rekening guru pada tiga jenis tunjangan dan insentif merupakan rekening Mandiri sebanyak 15.985 guru, BNI sebanyak 36.752 guru dan BRl sebanyak 88.692 guru, dimana penerima tunjangan mudah menjangkau bank tersebut. Oleh karena itu, kerja sama dilakukan dengan Bank Mandiri, BNI dan BRI sebagai bank penyalur untuk mempermudah akses layanan penyaluran tunjangan dan insentif. 

"Kerja sama ini diharapkan akar memberikan hasil bagi penguatan kualitas pelayanan pemerintah kepada guru dalam penerimaan tunjangan atau insentif," pungkasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)