logo rilis
Kemendikbud Jamin Soal UN 2018 Tak Ada Muatan Politik
Kontributor
Tio Pirnando
14 Maret 2018, 07:57 WIB
Kemendikbud Jamin Soal UN 2018 Tak Ada Muatan Politik
Kepala Balitbang Kemendikbud Totok Suprayitno. FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menegah, (Dikdasmen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad, membantah bahwa naskah Ujian Nasional (UN) pada 2014 lalu banyak muatan politiknya. Dirinya berkilah, bahwa naskah UN 2014 itu dipersiapkan satu tahun sebelum pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres). 

"Itu bukan bermotif politik itu biasa saja. Saya dulu menyarankan enggak usah diubah, ngapain wong itu soal disiapkan setahun sebelumnya. Kita kan enggak pernah tahu terjadi, cuma ya mungkin karena beliau sudah masuk ranah politik. Kalau saya biarin aja, di situ ada nama JK, Aburizal Bakrie, macam-macam itu, banyak itu," ujar Hamid di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (13/3/2018). 

Senada dengan itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno memastikan, UN 2018 ini dipastikan tidak akan ada soal yang terselip dari muatan politis.

Karena, Kemendikbud belajar dari pengalaman masa lalu, pada penulisan naskah UN yang menjadi kisruh saat Pilpres 2014. 

Penulisan naskah UN 2018 ini, tutur Totok, selalu diperiksa pada setiap soalnya

"Jaminan human error itu kita tidak bisa pastikan. Setiap tahun itu ada perbaikan. Itu pengalaman yang luar biasa. Empat tahun yang lalu menjadi catatan untuk melakukan perbaikan. Perbaikan SOP sistemik," tukas dia

Sebelumnya, Pada 2014 lalu, nama Gubernur DKI Jakarta saat itu Joko Widodo (Sekarang Presiden RI) muncul di salah satu soal mata ujian Bahasa Indonesia pada UN tingkat SMA/SMK/MA. Dalam soal itu, diceritakan Jokowi memiliki sejumlah prestasi dan bersih dari korupsi.  

Soal ini kemudian menjadi polemik di masyarakat. Apalagi, saat itu Jokowi menjadi kandidat calon presiden. Dan sekarang dia menjadi Presiden RI periode 2014- 2019.
 

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)