logo rilis

Kemendes PDTT Kembangkan Wisata Pulau Mules
Kontributor
Elvi R
26 Maret 2018, 05:00 WIB
Kemendes PDTT Kembangkan Wisata Pulau Mules
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo. FOTO: Humas Kemendes PDTT

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur berkomitmen membantu pengembangan Pulau Mules sebagai destinasi wisata unggulan dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

"Kami telah memberikan bantuan berupa penyediaan dermaga kayu dan perahu untuk mempermudah akses menuju ke Pulau Mules," kata Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Johozua M Yoltuwu, di Jakarta Minggu (25/3/2018).

Johozua menjelaskan, Pulau Mules merupakan wilayah seluas 18.029 hektar yang menyuguhkan keindahan alam berupa hamparan bukit batu dan padang rumput yang bercampur dengan pepohonan yang menyerupai siluet putri tidur yang cantik.

Pesona keindahan alam Pulau Mules lebih lengkap dengan segala keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.

Di sekitar pulau ini hidup beragam satwa, antara lain, penyu, lumba-lumba, ikan beragam jenis, gugusan coral dan anemon yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Selain itu, dengan ukuran ombak sedang, tempat ini sangat cocok untuk kegiatan surfing, snorkling dan diving.

Kemendes PDTT rencananya akan memberikan bantuan lain yaitu kapal barang berbobot 35 ton dan bersama pemerintah Kabupaten Manggarai berencana menyelesaikan pembangunan rabat beton yang mengelilingi pulau sepanjang 21 kilometer.

"Kapal barang dapat membantu nelayan dalam mendistribusikan hasil tangkapan mereka, sedangkan rabat beton membuka akses serta menjadi daya tarik pariwisata berupa tour keliling pulau," jelas dia.

Selain itu, rencananya, Kemendes PDTT juga akan menyediakan dana untuk pembangunan sarana prasarana di Pulau Mules.

"Kami siapkan Rp2,4 miliar untuk pembangunan homestay dan beragam fasilitas untuk memberikan kenyamanan lebih bagi wisatawan yang datang," katanya.

Salah satu desa di Pulau Mules, yaitu Desa Nuca Molas juga dikembangkan perekonomiannya khususnya untuk nelayan dan peternak. Dengan jumlah penduduk 1.340 jiwa, potensi peternakan cukup terbuka dengan jumlah ternak saat ini berjumlah 1.420 ekor Sapi.

"Pemerintah Kabupaten membeli 70 hektar di Pulau Mules untuk lahan pengembangan ternak sapi dan pengembangan pakan ternak. Ini merupakan penjabaran dari pembangunan pertanian terintegrasi melalui pola yang disebut Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri)," kata Bupati Manggarai, Deno Kamelus.

Simantri merupakan program sinergi berbagai perangkat daerah dan pihak terkait dalam upaya meningkatkan pendapatan petani.

Saat ini, pihak-pihak yang terlibat Program Simantri di Kecamatan Manggarai, antara lain, Dinas Perternakan, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, dan Dinas Perdagangan.

Selain Kabupaten Manggarai NTT, Kemendes PDTT mengembangkan Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan 16 kabupaten prioritas terintegrasi yang dipilih sebagai pilot project permodelan.

Hasil dari piloting tersebut akan diadopsi oleh 12 Kabupaten Prioritas lainnya sesuai dengan karakteristik potensi, kebutuhan, dan permasalahan daerah masing-masing.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)