logo rilis

Kemenaker Latih 2.000 Mentor untuk Pemagangan
Kontributor
Elvi R
19 November 2018, 16:16 WIB
Kemenaker Latih 2.000 Mentor untuk Pemagangan
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah melatih sekitar 2.000-an dari kebutuhan 8.000 mentor untuk melakukan program kerja sama pemagangan sebanyak 400 ribu orang.

"Sampai bulan kemarin kita sudah latih 2000-an mentor yang berasal dari industri yang nanti tugasnya adalah mengawal proses pemagangan di perusahaan-perusahaan, mereka berasal dari industri itu sendiri," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri kepada wartawan dalam Seminar Hubungan Industrial Kompetensi Lulusan Politeknik di Era Revolusi Industri 4.0, Jakarta, Senin. (19/11/2018).

Seminar itu bertemakan Revolusi Industri 4.0 Indonesia Harus Siap untuk Peluang Dan Tantangan Khususnya Bidang Ketenagakerjaan.

Hanif mengatakan, pihaknya terus melakukan pelatihan bagi orang-orang dari kalangan industri untuk mencapai kebutuhan 8.000 mentor itu. Dia menyebut, pihaknya bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk menyiapkan program pemagangan bagi 400 ribu orang untuk siap memasuki dunia industri.

"Kita akan lakukan pemagangan bersama KADIN dan APINDO itu sebanyak 400 ribu orang, nah untuk kepentingan magang itu kita harus menciptakan sekitar 8.000 ribu mentor," ujarya.

Para mentor dari kalangan industri itu akan memberikan bimbingan dan pendampingan kepada para peserta magang untuk membekali mereka siap bersaing di dunia pasar kerja.

Sebelumnya, Hanif menjelaskan, keterlibatan dunia usaha dan industri dibutuhkan untuk melakukan percepatan peningkatan kompetensi kerja serta memenuhi permintaan kebutuhan pekerja yang terus meningkat.

"Kami berharap investasi yang telah ada dapat ditingkatkan, termasuk investasi SDM, sehingga penciptaan lapangan kerja menjadi semakin luas dan memberikan transfer kemampuan bagi pekerja Indonesia di berbagai sektor usaha," kata Hanif Melalui program pemagangan diharapkan dapat mempercepat penyerapan pengangguran kedalam dunia industri.

"Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui program pemagangan merupakan prioritas kita bersama. Ketersediaan SDM kompeten harus link and match dengan kebutuhan dunia industri, karenanya kita menggandeng dunia industri untuk menjawab tantangan ini," imbuhnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)