logo rilis

Kemenag 'List' 200 Mubaligh, Cak Imin Bikin 600
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
20 Mei 2018, 23:18 WIB
Kemenag 'List' 200 Mubaligh, Cak Imin Bikin 600
Wakil Ketua MPR RI, Muhaimin Iskandar. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua MPR RI, Muhaimin Iskandar menilai, diperlukan dialog antara Kementerian Agama dengan para mubaligh, agar para penceramah tetap konsisten menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kementerian Agama perlu mengadakan dialog dengan memanggil para mubaligh agar para penceramah tercerahkan dan tetap konsisten menjaga NKRI," kata Muhaimin di Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Dia mengatakan, langkah itu agar tidak ada ceramah yang melenceng dari dasar-dasar negara. Kalau ada indikasi materi ceramah yang disampaikan seorang mubaligh "tak berkesesuaian", maka yang bersangkutan harus dipanggil untuk dimintai penjelasannya.

"Kalau perlu siapa yang melenceng dengan NKRI, kita panggil dan berdebat, kita lihat siapa yang menang, itu baru adil," ujarnya.

Muhaimin yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, daftar mubaligh yang dibuat Kementerian Agama bisa menjadi referensi bagi masyarakat.

Namun, dia mengingatkan, kebijakan tersebut berpotensi menyebabkan pembelahan di masyarakat. Karena itu, lebih baik Kemenag membuat diskusi publik dengan para mubaligh untuk setia kepada NKRI.

"Namun, Menteri Agama punya kewenangan yang harus kita hormati, itu rekomendasi positif sebagai kontribusi," katanya.

Menurut dia, terkait daftar 200 nama mubaligh yang dibuat Kemenag itu merupakan keinginan Menteri Agama. Dia mencontohkan, kalau dirinya menjadi Menteri Agama bisa saja mengeluarkan daftar 600 nama mubaligh.

"Itu selera Menteri Agama, saya sendiri bisa mengeluarkan 600 mubaligh yang direkomendasikan versi saya," katanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)