logo rilis
Kemenag Diminta Jelaskan Parameter Rekomendasi 200 Penceramah
Kontributor
Zul Sikumbang
21 Mei 2018, 12:06 WIB
Kemenag Diminta Jelaskan Parameter Rekomendasi 200 Penceramah
Anggota DPR RI, Ace Hasan Syadzily. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadizly mendukung upaya Kementerian Agama (Kemenag) untuk memberikan rekomendasi para mubalig atau penceramah Islam yang selama ini dikenal mengajarkan Islam yang sejuk dan moderat di masyarakat. 

“Namun, demikian Kementerian Agama harus dapat menjelaskan kepada masyarakat apa yang menjadi parameter dan indikator dari nama-nama tersebut sehingga tidak menimbulkan kontroversi baru,” kata Ace di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (21/5/2018). 

Dia juga menyarankan, Kemenag melibatkan organisasi keagamaan yang selama ini jelas komitmennya terhadap nilai-nilai Kebangsaan seperti MUI, NU, Muhammadiyah dan lain-lain. Juga yang paling penting sebetulnya adalah Perguruan Tinggi Islam seperti Universitas Islam Negeri (UIN) atau IAIN.

“Perguruan Tinggi Islam inilah yang sebetulnya secara serius menjadi lembaga pendidikan yang secara khusus mempersiapkan dakwah Islam. Di sana ada Fakultas Dakwah. Ada banyak guru besar dan lulusan S3 yang memiliki kualifikasi yang sangat layak,” katanya.

Selain itu, Kemenag melibatkan pesantren-pesantren, minimal pesantren yang selama ini dikenal memiliki alumnus yang menjadi mubaligh dan tafaquh fiddin seperti Pesantren Gontor, Tebuireng, Lirboyo, Cipasung dan banyak yang lainnya.

“Yang lebih bijak sebetulnya adalah serahkan kepada organisasi keagamaan seperti NU, Muhamadiyah, MUI dan lain-lain, serta kepada Perguruan Tinggi Islam dan Pesantren untuk merekomendasikan nama-nama Mubaligin. Peran negara hanya memfasilitasi agar kehidupan keagamaan rukun, damai dan jangan terlalu ikut campur terhadap kehidupan keagamaan,” sebut Ace.

Sebelumnya, Kemenag merekomendasikan 200 nama penceramah atau mubalig. Nama-nama ini sudah sesuai masukan para ulama hingga kiai. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya meminta informasi dari sejumlah ormas Islam, masjid besar, tokoh-tokoh ulama kiai pemuka agama.

Kendati demikian, jumlah 200 nama ini tentu belum final. Menurut Lukman, masih ada nama-nama lain yang direkomendasikan sebagai penceramah. “Tentu ini nanti akan secara bertahap akan ada susulan, bukan berarti yang tidak termasuk daftar 200 itu bukan penceramah moderat. Tapi yang jelas yang 200 itu sudah benar-benar atas rekomendasi dari sejumlah kalangan,” jelas Lukman. 

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)