logo rilis

Keluarkan Pernyataan 'Kuda Troya', KPK Proses Aris Budiman
Kontributor
Tari Oktaviani
15 April 2018, 12:00 WIB
Keluarkan Pernyataan 'Kuda Troya', KPK Proses Aris Budiman
Direktur Penyidikan KPK, Aris Budiman. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, saat ini proses klarifikasi dan pemeriksaan kepada Direktur Penyidikan, Brigjen Pol Aris Budiman, tengah berlangsung.

Menurutnya, Tim pengawas internal (PI) KPK masih membutuhkan waktu, sebelum menentukan apakah pernyataan Aris Budiman tersebut masuk dalam kategori pelanggaran etik.

"Apa yang terjadi Jumat (13/4/2018) kemarin, yang disampaikan oleh Dirdik itu sedang dalam proses klarifikasi dan pemeriksaan di PI masih berjalan sampai saat ini," ungkap Febri di Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Lazimnya, kata Febri, KPK akan meminta penjelasan kepada Aris Budiman itu sendiri dan beberapa pihak yang dimaksudnya. 

Namun, Febri mengaku belum mengetahui siapa saja pihak yang telah atau akan diperiksa penyidik.

"Saya belum dapat info siapa saja yang dimintai keterangan. Tapi PI dalam bekerja tentu baiknya dilakukan tertutup dahulu nanti hasilnya baru disampaikan," tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen (Pol) Aris Budiman tampak marah dan kesal pasca pelantikan dua pejabat baru Deputi Penindakan KPK dan Direktur Penuntutan.

Dengan nada sedikit meninggi, Aris meminta semua media untuk berkumpul untuk mendengarkan pernyataannya. 

"Ngumpul semuanya... biar tahu semua kelakuan di dalam (KPK). Ngumpul semuanya," kata Aris di gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Dengan raut wajah yang penuh emosi, Aris mengaku kecewa dengan beberapa pihak di KPK. Namun, ia tak menyebut siapa pihak yang dimaksud.

Aris mengaku kesal lantaran dianggap sebagai kuda troya di internal lembaga tersebut. 

Kuda troya diketahui merupakan istilah musuh dalam selimut. 

"Di dalam KPK dikembangkan seolah-olah saya ini seperti kuda troya. Saya katakan bahwa saya adalah kuda troya bagi oknum-oknum yang manfaatkan kesucian KPK untuk kepentingan pribadi," ujar Aris.

Aris menceritakan, dirinya mengajukan nama seorang mantan penyidik KPK agar bekerja kembali di KPK. Namun, ternyata orang tersebut sudah kembali ke polri. 

Menurutnya, penyidik tersebut memiliki kemampuan yang baik.

Aris menyampaikan, ajuannya untuk mendatangkan kembali mantan penyidiknya itu gagal lantaran tidak diperkenankan oleh sebagian pihak di internal KPK. 

Untuk itu melalui email, Aris menyampaikan ke mantan penyidik KPK itu bahwa dirinya dianggap sebagai kuda troya di KPK.

"Saya balas email itu. Saya katakan bahwa saya adalah kuda troya bagi oknum yang manfaatkan kesucian KPK untuk kepentingan pribadi," tutur Aris.
 

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)