logo rilis
Keluar dari Golkar, Begini Pidato Titiek Soeharto
Kontributor
Zul Sikumbang
11 Juni 2018, 16:30 WIB
Keluar dari Golkar, Begini Pidato Titiek Soeharto
Siti Hediati Haryadi atau Mbak Titiek Soehato. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Kemukus— Pada Senin (11/6/2018) sore ini, Siti Hediati Haryadi atau Mbak Titiek Soehato, resmi keluar dari Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Berkarya. Mau tahu apa saja yang dibicarakan? Berikut petikan pidato Mbak Titiek di Kemukus Yogyakarta.

Bismillahirohmanirohim..
Assalamualaikum Warrohmatulohi Wababarokatuh..
Salam Sejahtera...

Puji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT, karena di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita masih diberi kesempatan untuk beribadah dan mengagungkan namaNYA.

Teman-teman, para sahabat dan saudara-saudara tercinta, izinkan saya dalam kesempatan ini menyampaikan beberapa hal yang sangat penting yang mempengaruhi perjalanan karir politik saya.

Kita ketahui bersama bahwa keadaan Bangsa kita saat ini sungguh sangat memprihatinkan..

Pada saat kurang lebih 7 juta tenaga kerja kita menganggur, dan butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarga, mereka di tengah kondisi ekonomi yang mencekik, negara dibanjiri TKA yang tidak lebih pandai dari pada tenaga kerja kita.

Alam dan tanah yang begitu subur yang Allah karuniakan kepada kita, seolah-olah tidak ada artinya. Karena, kita tidak dapat mengolahnya dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pangan, sehingga apa-apa masih Impor.

Kekayaan sumber daya alam yang melimpah yang Allah karuniakan kepada kita tidak dapat dinikmati oleh rakyat, tidak dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang.

Penyelundupan narkoba yang berton-ton jumlahnya, yang sudah pasti bisa menghancurkan bangsa kita, sungguh sangat menyedihkan pemerintah tidak sedikitpun berkomentar tentang hal itu.

Ini adalah sebagian kecil dari hal-hal yang memprihatinkan kita bersama yang terjadi saat ini.

Saya sedih.

Saya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat! Tapi, saya tidak dapat melakukan hal itu. Karena, saya sebagai orang Golkar. Partai pendukung Pemerintah. 

Saya adalah anak biologis Presiden Soeharto. Saya tidak bisa berdiam diri untuk tidak menyuarakan jeritan rakyat.

Oleh karena itu, saya memutuskan untuk keluar dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya.

Sebagai konsekuensinya, tentu saya juga harus melepaskan keanggotaan saya di DPR.

Saya mohon pamit kepada teman-teman di DPR, terima kasih untuk persahabatan dan kebersamaan kita selama ini, baik di Komisi IV, BKSAP maupun saat di rapat Paripurna.
 
Saya pasti akan merindukan saat kebersamaan kita, doakan kita bertemu lagi tahun depan. I shall return.

Trimakasih kepada Partai Golkar yang telah menempa saya menjadi salah satu politikus wanita yang diperhitungkan di Republik ini.

Saat ini Golkar sudah memiliki begitu banyak politikus andal, Golkar tidak membutuhkan saya. Tapi, saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya.

Partai Berkarya harus lulus parliamentary threshold dalam Pemilu Legislatif tahun depan, agar Partai Berkarya dapat melanjutkan cita-cita Pak Harto untuk mensejahterakan Bangsa ini, mencerdaskan Bangsa ini, menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Partai Berkarya menyadari ini adalah pekerjaan yang sangat berat, kami tidak bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat dan seluruh komponen Bangsa, agar cita-cita dari Pak Harto dan para pendiri bangsa ini bisa segera terwujud:

Indonesia menjadi Bangsa yang besar, bangsa yang bermartabat, dengan rakyat yang cerdas, hidup adil, makmur dan sejahtera. 

Semoga Allah yang Maha Kuasa, Tuhan yang Maha Besar senantiasa membimbing dan meridhoi langkah kita dalam mengabdi kepada Negara dan Bangsa.

Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh...

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


500
komentar (1)

Muhammad Al Qawi Selasa, 12 Juni 2018 | 00:26
Satu pilihan yang sangat baik dan benar buat Mbak Titik.. Ketika tempat kita berkumpul sudah tidak bisa diharapkan untuk menyuarakan hati nurani kita Mundur adalah pilihan yang terbaik.. Cita2 Ayahanda Bapak H.M. Soeharto harus diwujudkan... Saya yang pernah merasakan zaman Bapak turut mendukung Mbak Titik untuk membesarkan Partai Berkarya...