Home » Peristiwa » Dunia

16 Tahun Berdiri, Kelompok HAM Tuntut AS Tutup Guantanamo

print this page Jumat, 12/1/2018 | 14:42

Pengunjuk rasa menggelar aksi protes menuntut penutupan penjara Guantanamo, di depan Gedung Putih di Washington D.C, Amerika Serikat, kemarin (11/1). FOTO: Anadolu Agency/Safvan Allahverdi

RILIS.ID, Washington— Sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) berunjuk rasa menuntut penutupan penjara Guantanamo Bay yang terletak di pangkalan AS di Kuba, di depan Gedung Putih, Washington, kemarin (12/1). 

Tahun ini, penjara itu genap beroperasi selama 16 tahun.

Para demonstran juga menolak penggunaan metode penyiksaan di Gitmo (nama tenar Guantanamo). Aksi unjuk rasa itu digelar oleh sejumlah organisasi HAM ternama di AS, antara lain Center for Constitutional Rights, Witness Against Torture dan Amnesty International USA.

"Hari ini, setelah 16 tahun, saya prihatin dengan kondisi yang saya saksikan di Guantanamo yang menjadi simbol penyiksaan dan penindasan," kata Mark Fallon, mantan penasehat Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat.

"Saya memohon semua yang hadir di sini terus membela hak konstitusi mereka yang terlupakan di sana," lanjut Fallon.

Dia juga mengatakan, AS gagal mengadili dalang di balik serangan 9/11 di New York karena adanya "kebijakan nasional mengenai penyiksaan".

Pengunjuk rasa juga menuntut agar AS menghentikan tindakan penahanan dalam jangka waktu tak terbatas.

Aliya Hana dari Center for Constitutional Rights (CCR) mengatakan, Gitmo adalah tempat yang "keji dan gelap" serta dirancang untuk mengasingkan para tahanan dari dunia luar.

Selain itu, menurut Hana, kondisi itu diperparah dengan gaya kepemimpinan Presiden Donald Trump yang memiliki sentimen negartif terhadap Muslim.

"Guantanamo menjadi simbol penyiksaan yang paling dramatis dan mengerikan namun masih bisa ditoleransi bangsa ini karena korbannya adalah umat Isalm," jelas Hana.

"CCR sudah mengajukan tuntutan pertama terhadap kebijakan Guantanamo yang didukung Trump. Para tahanan itu tidak bisa ditahan selamanya dengan tuduhan terkait perang yang selamanya tidak akan pernah berakhir," tutur Hana.

Penjara Guantanamo Bay didirikan tidak lama setelah AS masuk ke Afganistan menyusul serangan 11 September 2001.

Para terduga pelaku ekstremisme pertama kali dibawa ke sana pada 11 Januari 2002 atas instruksi Presiden AS saat itu, George W. Bush.

Mantan Presiden Barack Obama berjanji akan menutup penjara kontroversial itu ketika pertama menjabat pada 2009, namun terus menghadapi tentangan dari Kongres.

Namun, dia berhasil mempercepat proses pemindahan tahanan ke negara lain pada akhir masa jabatannya.

Menurut pemerintah AS, saat ini masih terdapat 41 tahanan di Guantanamo Bay.

Penulis Syahrain F.
Sumber Anadolu Agency

Tags:

amerika serikatguantanamo