logo rilis
Kelola Sampah, Pemprov Jabar Contoh Swedia
Kontributor
Kurniati
27 Maret 2018, 14:27 WIB
Kelola Sampah, Pemprov Jabar Contoh Swedia
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan Pemerintah Provinsi itu akan menerapkan teknologi yang digunakan oleh perusahaan pengelolaan sampah Sysav, di Malmo, Skane Region, Swedia.

Aher, begitu ia akrab disapa, bahkan melihat langsung bagaimana penerapan teknologi pengelolaan sampah di Sysav, Swedia.

Ia bersama sejumlah delegasi Jawa Barat lainnya berkunjung ke perusahaan pengelolaan sampah Sysav, di Malmo, Skane Region, Senin (26/3) siang waktu setempat.

"Kita masih dalam tahap pembicaraan, dan ini penjajakan. Kalau teknologi yang digunakan di Sysav ini diterapkan di Jawa Barat bisa saja, tapi memang mahal," kata Aher, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Indonesia, termasuk Jawa Barat, kata Aher, memiliki banyak orang-orang cerdas, tak terkecuali untuk menguasai teknologi pengolahan sampah seperti di sini.

"Nah, bisa saja kita sekolahkan anak ITB misalnya untuk mempelajari teknologi itu (pengolahan sampah)," tutur dia.

Perusahaan Sysav ini memiliki dua anak perusahaan, yakni Sysav Industri AB dan Sysav Utveckling AB.

Sysav AB menangani limbah industri dan komersial serta limbah rumah tangga yang mudah terbakar. Limbah itu berasal dari kota dan daerah di luar kotamadya pemilik Sysav.

Sedangkan Sysav Utveckling AB, Sysav Research & Development AB membiayai dan menjalankan proyek untuk mengembangkan dan meningkatkan metode dan teknologi yang ada dan baru di bidang pengelolaan limbah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jabar, Eddy Nasution mengatakan, teknologi pengelolaan sampah itu memang mahal. Namun, kata dia, hasilnya cukup positif.

Edi menyebut, pola hidup dan budaya membuang sampah masyarakat di Jabar pun perlahan harus diarahkan.

"Orang kita ini kan cenderung membuang sampah ke lokasi terdekat. Jarang yang mau menenteng sampah hingga ke tempat sampah," kata dia.

Oleh karena itu, kata Edi, memang penting juga disediakan tempat sampah tak jauh dari rumah atau tempat beraktivitas sehingga tidak ada lagi membuang sampah sembarangan.

"Dengan begitu, penerapan teknologi pun efektif karena persediaan dan tempat sampahnya. Di sini (Malmo) dan Jawa Barat berbeda, selain kesadaran masyarakat, curah hujan di Jabar pun tinggi," kata dia.

Sehingga, sampah dengan cepat berpindah dari lokasi satu ke lokasi lainnya, bahkan mampet di selokan, atau tidak bisa dimanfaatkan untuk material pada pengelolaan sampah seperti di Sysav yang menghasilkan energi listrik dan lainnya.

"Seharusnya saat membeli sesuatu yang nantinya menyisakan sampah, di kepala kita sudah harus ada pemikiran akan dikemanakan sampahnya," ujar Edi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Jabar Anang Sudarna menyebut, teknologi pengelolaan sampah di Sysav, bisa diterapkan di Jawa Barat.

Menurut Anang, kesadaran masyarakat akan semakin baik seiring manfaat yang dihasilkan dari teknologi.

Dalam hal ini teknologi pengelolaan sampah seperti di Sysav, penerapan teknologi itu telah menghasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Selain itu, hasil pengelolaan sampah yang dilakukan di Sysav pun bisa menghasilkan bahan lainnya yang bermanfaat, seperti material bangunan.

"Saya pikir, kendala di masyarakat tidak ada, yang pasti kalau sudah berjalan dan menghasilkan hal positif, masyarakat akan mengetahui dan dengan sendirinya akan paham," kata Anang.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)