logo rilis

Kelelawar Punya COVID-19 tapi Tak Sakit, Ini Penjelasan Peneliti...
Kontributor
Elvi R
14 Februari 2020, 17:45 WIB
Kelelawar Punya COVID-19 tapi Tak Sakit, Ini Penjelasan Peneliti...
ILUSTRASI: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Kelelawar memiliki virus COVID-19 di dalam tubuhnya tapi tidak mengalami sakit karena sistem imunitasnya yang mengalami mutasi yang menguntungkan mereka. Hal ini disampaikan oleh peneliti mikrobiologi Suigiyono Saputra.

"Sama seperti manusia yang punya sistem imun, hanya kelelawar itu DNA sensornya melemah jadi ketika mendapatkan infeksi kelelawar tidak bereaksi secara berlebihan karena sensornya melemah," kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Hal itu berbeda dengan manusia, yang ketika mendapatkan infeksi, sistem imunnya langsung bekerja dan memberikan reaksi sehingga menimbulkan gejala bahwa tubuh sedang tidak sehat.

Sedangkan dalam kelelawar, jika terjadi infeksi, tubuhnya tidak akan terlalu reaktif ketika ada virus baru yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, tubuh hewan itu memungkinkan terjadinya re-infeksi yang membuat mereka terjangkit virus yang sama.

Tapi, karena sensor yang melemah tersebut membuat mereka menjadi tidak sakit meski itu terjadi.

"Hal itu memungkinkan mereka untuk mengakumulasi begitu banyak patogen di dalam tubuhnya," kata Sugiyono.

Kelelawar memang memiliki kandungan virus COVID-19 di tubuhnya dan menjadi salah satu inang utama dari virus tersebut. COVID-19 di kelelawar disebut bisa menulari hewan lain yang kemudian dapat menulari manusia.

Dalam kasus SARS yang terjadi pada 2002 dan COVID-19 yang kini sedang mewabah, keduanya disebut mulai mewabah karena infeksi dari hewan kedua yang terinfeksi COVID-19 dari kelelawar.

Dalam kasus SARS, musang disebut sebagai inang perantara untuk virus yang menyerang sistem pernapasan itu.

Sementara itu, South Cina Agricultural University menyampaikan hasil penelitian terbaru mereka yang menyimpulkan urutan genom virus COVID-19 dari trenggiling dalam penelitian 99 persen identik dengan yang diambil dari pasien yang terinfeksi COVID-19.

Peneliti menyimpulkan trenggiling kemungkinan menjadi inang perantara yang memungkinkan infeksi terhadap manusia setelah mendapatkannya dari kelelawar sebagai inang utama.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID