logo rilis

Kekuatan dan Kelemahan Jokowi
Kontributor
RILIS.ID
23 April 2018, 15:01 WIB
Kekuatan dan Kelemahan Jokowi
FOTO: Dok Pribadi

Oleh Ir Bagus Panuntun MBA CFP, CPEP
Financial Astrologer

TULISAN ini merupakan Bagian I dari seri "Menguak Tabir Misteri Pilpres 2019". Di bagian pertama ini, kami akan mengulas dan menganalisa sisi kekuatan dan kelemahan petahana, Joko Widodo (Jokowi), dari kacamata astrologi. 

Analisa yang kami tuliskan, bukan sekadar tebak-tebakan, atau prediksi tanpa dasar. Apa yang kami tuangkan, merupakan prakiraan dengan dasar ilmu pengetahuan.

Sebelumnya, kami jelaskan terlebih dulu astrologi merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan hasil pengembangan dari astronomi, dan astrofisika yang dipadukan dengan psikologi dan ilmu sosial budaya, maupun cabang keilmuan lainnya.

Mudahnya seperti contoh berikut. Seorang fisikawan menemukan secara ilmiah bahwa siklus gaya tarik bulan menentukan siklus pasang surutnya air laut, dan seorang ahli biologi menyadari bahwa tubuh manusia terdiri dari lebih kurang 70 persen air. Maka, seorang astrolog menerjemahkan fakta, siklus gaya tarik bulan juga memengaruhi siklus psikologi manusia, karena manusia terdiri dari lebih kurang 70 persen air.

Begitu pula halnya dengan fenomena bintik hitam di matahari (sunspots) yang menurut fisikawan disebabkan oleh badai di lapisan matahari, hal ini diartikan dan dibuktikan secara empiris oleh astrolog sebagai salah satu hal yang dapat memengaruhi siklus panen di bumi.

Pada kesempatan ini, kami sebagai astrolog keuangan (financial astrologer) melakukan pendekatan pragmatis, melalui astrologi, untuk menerjemahkan tanda-tanda di langit dalam rangka memberikan prediksi dan dinamika pemilihan presiden 2019 di Indonesia.

Syarat dasar penggunaan astrologi
Mengingat waktu edar yang cukup cepat bagi beberapa inner planet, seperti Bulan, Merkurius, dan Venus, dan juga beberapa asteroid lainnya, seperti Chiron, Ceres, Vesta dan Pallas dalam evolusinya mengitari Matahari, maka astrolog memerlukan jam lahir yang tepat guna membuat prediksi yang akurat agar dapat merefleksikan pergerakan alam dari inner planet tersebut. Terkait ini, prinsip garbage in-garbage out menjadi sangat dominan pada astrologi.

Hanya saja, karena tidak adanya ketentuan untuk mencantumkan jam lahir (birth time) pada sistem penulisan akta kelahiran (birth certificate) di Indonesia, terutama bagi sebagian atau seluruh orang yang dilahirkan sebelum tahun 1980-an, maka melakukan prediksi berdasarkan astrologi di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi astrolog manapun!

Karena itu, astrolog biasanya menggunakan proses backward engineering dalam memperkirakan jam lahir seseorang, dalam astrologi dikenal sebagai rectification process (proses rektifikasi). Pada proses ini klien akan diminta untuk memberikan beberapa peristiwa penting yang terjadi selama hidupnya.

Event penting ini dapat berupa tanggal pernikahan, kelahiran anak, menempati suatu jabatan, dan lain sebagainya. Dari catatan beberapa event penting yang terjadi ini, astrolog akan berusaha menyimpulkan jam kelahiran yang tepat untuk klien tersebut.

Jam kelahiran Jokowi
Mengutip Wikipedia, Joko Widodo dilahirkan pada 21 Juni 1961 di Surakarta, Jawa Tengah. Dari penelusuran situs dunia maya, beberapa event penting yang terjadi pada kehidupan Joko Widodo ditunjukkan pada tabel di bawah:

Peristiwa penting sepanjang hidup Joko Widodo. ILUSTRASI: Ist

Dari biografi Joko Widodo di atas, kemungkinan beliau dilahirkan pada pagi hari adalah lebih besar daripada sore hari. Hal ini ditunjukkan pada chart 1 di bawah. Chart 1 tersebut juga menunjukkan rentang waktu kelahiran antara pukul 6.00-7.30 pagi hari menempati skor tertinggi dari hasil simulasi.

Chart 1: Distribusi probabilitas jam kelahiran Jokowi. ILUSTRASI: Ist.

Mengingat garis edar bulan mengitari bumi yang membutuhkan 27.3 hari untuk satu putaran penuh (atau bergerak 13.2 derajat per harinya, atau 0.5 derajat per jamnya), maka presisi jam kelahiran Joko Widodo sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas akurasi interpretasi.

Karena itu, kami mengambil keputusan untuk memendekkan time-span rektifikasi dengan fokus pada pagi hari sebelum jam 12 siang hari. Hasil simulasi pada pagi hari ditunjukkan pada chart 2 di bawah, yang menunjukkan jam kelahiran Joko Widodo pada 21 Juni 1961, jam 7:20 WIB, pagi hari. 

Chart 2: Presisi jam kelahiran Jokowi. ILUSTRASI: Ist

Makna Kelahiran Joko Widodo; Kekuatan dan Kelemahannya
Dari rangkaian simulasi proses rektifikasi tersebut, posisi bintang beserta planet saat kelahiran Joko Widodo (lihat Chart 3) menunjukkan posisi Matahari berada pada rasi Gemini, yang membuatnya berzodiak Gemini.

Banyak astrolog setengah jadi yang memberikan forecast semata hanya berdasarkan pada sunsign atau posisi Matahari saat kelahiran. Tentunya, hal ini adalah misleading, mengingat banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan selain Matahari.

Chart 3: Posisi bintang pada saat kelahiran Joko Widodo. ILUSTRASI: Ist

Patut dicatat, sekalipun Presiden Jokowi berzodiak Gemini, akan tetapi ascendant-nya adalah Cancer yang memiliki ruler moon (Bulan). Perlu diketahui, dalam astrologi, Bulan dan zodiak Cancer menggambarkan kedekatan dengan air dan lautan. Tentunya ini menggambarkan kedekatan beliau dengan konsep "kelautan" baik konsep tol laut, maupun kemajuan perikanan di Indonesia. Bulan dalam astrologi juga mewakili warna putih. Tidak mengherankan bila beliau acap memakai kemeja berwarna putih dalam menampilkan dirinya di depan publik.

Tanda lain yang patut digarisbawahi adalah adanya konjungsi (conjunction) antara ascendant dengan planet Merkurius. Merkurius adalah planet terdekat dari Matahari dengan waktu revolusi yang tercepat dalam mengitari Matahari, sekitar 88 hari dalam satu putarannya. Pada Romawi kuno, Merkurius juga diasosiasikan dengan Dewa Hermes yang kerap membawa tas selempang ke mana pun dia pergi, dan merupakan messenger (tukang pos) dari para dewa.

Karena membutuhkan waktu tersingkat dalam peredarannya, Hermes dan Merkurius juga acap menjadi simbol speed atau kecepatan. Maka dapat dipastikan, Presiden Jokowi acap bertindak sangat cepat dalam eksekusi program-programnya.

Distribusi planet Presiden Jokowi yang memiliki lebih banyak planet di sisi timur menandakan beliau sebagai tipe orang yang rasional dalam bertindak. Sementara itu, posisi matahari yang berada pada sektor ke-12 menunjukkan kekuatan beliau untuk berada di belakang layar (behind the scenes). 

Kekuatan sesungguhnya pada Presiden Jokowi ada pada posisi planet Jupiter pada zodiak Aquarius yang menunjukkan kemampuan beliau dalam berinovasi, dan keterbukaan dengan konsep-konsep baru, serta kemampuan menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda dan inovatif.

Salah satu potensi kelemahan terbesar yang terdapat pada chart Presiden Joko Widodo adalah posisi planet Merkurius (yang juga melambangkan cara pikir) yang berada pada sektor ke-12 dan membuat sudut 120 derajat (trine) dengan planet Neptunus.

Dalam astrologi, planet Neptunus merupakan simbol dari ilusi. Posisi planet Merkurius di sektor ke-12 kadang membuat pemilik chart tersebut tidak mudah dalam mengomunikasikan sesuatu. Kadang juga pemikiran pemilik chart tersebut cenderung melayang-layang dan ilusif. 

Kekurangan lain yang dimiliki oleh Jokowi adalah posisi planet Saturnus yang berada pada zodiak Capricorn yang kadang menyebabkan beliau terlalu serius dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dan cenderung bersifat kepala batu.

Salah satu hal menarik pada chart Presiden Jokowi adalah adanya konsentrasi beberapa planet pada sektor ke-2 yang merupakan sektor keuangan/kepemilikan. Kebetulan planet yang berada pada sektor tersebut adalah planet yang cukup berat (the heavies) termasuk Uranus, Mars, dan Pluto yang juga dikombinasikan dengan north node (Rahu). Hal ini dapat ditafsirkan, kondisi keuangan beliau pada waktu beranjak dewasa yang kadang tough dan penuh ketidakpastian.

Menurut beberapa literatur, masa belia Jokowi dilalui dengan tidak mudah. Jokowi pernah berdagang di pasar, membantu sang ayah yang berjualan kayu di tepi jalan, dan menjadi menjadi tukang ojek payung pada sebuah pasar di Solo. Karena faktor-faktor tersebut, maka terdapat potensi faktor keuangan/kepemilikan kerap menjadi fokus utama dalam kehidupan pemilik chart tersebut. 

Kelemahan lain yang kami sinyalir ada pada rasa individualisme beliau yang kerap membuatnya menjadi independen, dan tidak tergantung kepada partai politik manapun, dan akhirnya tidak memiliki masa yang cukup dalam menopang karir politik. Hal ini kemungkinan disebabkan yang menjadi fokus politik beliau adalah kemapanan dan kenyamanan para pemilih. 

Selain itu, juga penempatan planet terbesar Jupiter dan Saturnus ada pada sektor ke-7, yang cenderung merupakan sektor partnership secara individual. Hal ini membuat Presiden Joko Widodo lebih nyaman melakukan dialog terhadap satu per satu individual (rakyat), daripada melakukan orasi politik terhadap kerumunan (crowd). 

Secara singkatnya setelah memperhatikan pola birth chart, potensi kelemahan dan kekuatan Presiden Joko Widodo dirangkum dalam tabel di bawah ini.

Tentunya banyak lagi kondisi yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu pada edisi kali ini.

Wallahualam bissawab.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)