logo rilis
Kejar Ketertinggalan, Presiden Pacu Investasi Infrastruktur
Kontributor
Budi Prasetyo
29 Maret 2018, 20:41 WIB
Kejar Ketertinggalan, Presiden Pacu Investasi Infrastruktur
Presiden Jokowi (tengah) sela peresmian Tol Ngawi-Kertosono seksi Ngawi-Wilangan di depan Gerbang Tol Madiun, Desa Bagi, Kecamatan Sawahan, Madiun, Jawa Timur, Kamis (29/3/2018). FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILIS.ID, Madiun— Presiden Joko Widodo meminta semua pihak bekerja keras memacu investasi di bidang infrastruktur. Dia juga ingin proses pembangunan berlangsung cepat dan online untuk mengejar ketertinggalan.

"Tidak hanya jalan. Juga airport, pembangkit listrik, pelabuhan, hingga ekspor kita kejar. Kita harus segera bangkit untuk mengejar ketertinggalan dengan negara di ASEAN," ujarnya sela peresmian Tol Ngawi-Kertosono seksi Ngawi-Wilangan di depan Gerbang Tol Madiun, Desa Bagi, Kecamatan Sawahan, Madiun, Jawa Timur, Kamis (29/3/2018).

Jokowi kemudian mencontohkan pembangunan infrastruktur bandara yang sempat terlambat beberapa saat lalu. Akibatnya, terjadi penumpukan penumpang hingga keterlambatan penerbangan, lantaran tak didukung jumlah runway yang ada.

"Saya ingin semuanya bisa bekerja dan fokus pada penyelesaian infrastruktur. Nantinya seluruh proyek infrastruktur harus bisa dicek, kontrol, dan awasi. Jika semua sudah terintegrasi dan terkoneksi antara tol dengan pelabuhan, bandara dan kawasan industri, baru negara kita bisa mengejar ketertinggalan," yakinnya.

Panjang Jalan Tol Ngawi-Wilangan yang diresmikan 51,95 kilometer dan terdiri dari beberapa seksi. Perinciannya, Seksi I meliputi batas Proyek-Simpang Susun (SS) Madiun 20 kilometer, Seksi II SS Madiun-SS Caruban 8,45 kilometer, Seksi III SS Caruban-Nganjuk (Wilangan) 19,5 kilometer, serta ditambah empat kilometer SS Ngawi-Klitik (bagian dari ruas Tol Solo-Ngawi).

Editor: Fatah H Sidik


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)