logo rilis

Kedudukan Hukum Indonesia Lemah di Arab Saudi
Kontributor
RILIS.ID
19 November 2018, 15:35 WIB
Kedudukan Hukum Indonesia Lemah di Arab Saudi
Ilustrasi: RILIS.ID

R. Surya Nuswantoro

Lawyer Praneda & Patner

Kedudukan hukum kita baru–baru ini diguncang dengan adannya eksekusi mati oleh Pemerintahan Arab Saudi terhadap tenaga kerja kita yang berada di Arab Saudi. Proses eksekusi pada 29 Oktober 2018 di Kota Taif tersebut telah dilakukan tanpa adannya notifikasi terlebih dahulu kepada Pemerintah Indonesia. Penjelasan dari pihak pemerintah Arab Saudi dilakukannya eksekusi mati dikarenakan TKW bernama Tuti Tursilawati ini telah adannya tuduhan telah melakukan pembunuhan terhadap majikannya.

Keadilan di Negara Indonesia sangat bisa dikatakan diluar dari prosedural hukum yang telah lahir sudah lamannya. Keadilan adalah juga merupakan hak sebagaimana yang harus diperoleh oleh setiap warga Negara Indonesia. Hukum sudah sangat memudar di Negara kita dengan adannya beberapa kasus yang terjadi dan pelakunya adalah orang yang tidak mampu dalam segala aspek.

Kasus yang terjadi di Arab Saudi kita harus mengkaji dengan secara detail atas kronologi kasus tersebut. Dalam setiap kasus kita juga harus melihat perspektif dari ilmu sosiall yang ada. Beberapa ilmu social yang dipakai adalah Kriminologi dan pengertian dari krimonologi adalah ilmu yang mempelajari terkait pelaku dalam suatu peristiwa hukum. Kemudian dalam studi-studi yang dikutip dan diuraikan oleh Shepard terungkap bahwa korban merupakan peran kunci dalam interaksi kekerasan, seringkali memprovokasi orang lain atau sering juga mencetuskan saling balas dengan kekerasan yang pada ujungnya berakhir dengan kematian.

Sementara itu menurut Martin E. Wolfgang, banyaknya presentase pembunuhan yang diprakasai oleh korban dan dengan demikian dapat digolongkan sebagai pembunuhan yang dicetuskan oleh korban (victim precipitated homicide). Berdasarkan beberapa teori diatas, hubungan sosial korban seringkali dipandang sebagai pemicu terhadap situasi-situasi yang melahirkan kejahatan, bahkan sebagai faktor pencetus.

Dengan, demikian antara pihak korban dengan pelaku terdapat hubungan yang fungsional untuk melahirkan kejahatan. Kejahatan yang dilakukan oleh seorang wanita biasannya tergolong dalam kejahatan ringan dan tidak professional. Alasan atas eksekusi mati yang dilakukan oleh pemerintah arab Saudi harus kita kaji alasannya perbuatan tersebut bisa terjadi. Kejahatan yang dilakukan wanita biasannya terjadi dengan didorong dalam suatu keadaan dan kepentingan yang amat sangat serta terjadi dalam waktu mendadak.

Terbukti dengan adannya penjelasan dari keluarga Tuti Tursilawati yang berasal majalengka ini telah mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh dan aniaya oleh majikannya tersebut. Hal ini harusnya menjadikan perhatian khusus oleh Departemen hukum pada kedutaan besar Indonesia yang berada di Arab Saudi. Karena dengan kejadian ini kedudukan Legal Indonesia sangat lemah terhadap Negara Arab Saudi.

Keadilan adalah sudah menjadi hak imunitas setiap warga Negara Indonesia berdasarkan Pasal 27 ayat 1 UUD 1945 yang menjelaskan “Hak warga negara untuk memiliki kedudukan sama dalam hukum. Tidak ada warga Negara yang memiliki afiliasi berbeda terhadap hukum yang berlaku. Hukum berlaku bagi semua warga Negara tanpa kecuali.”, dengan ini adanya kekosongan Stakeholder dalam mitigasi hak untuk hidup terhadap Tuti Tursilawati. Peristiwa ini menjadikan suatu pukulan besar terhadap pemerintah Indonesia, sebaiknya kita dalam menindaklanjuti suatu peristiwa yang berkaitan nyawa seseorang harus melihat sebaliknya jika itu terjadi pada diri kita sendiri.

 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)