logo rilis
Kedubes Den Haag Promosikan Industri Kesehatan hingga Ekraf Indonesia
Kontributor
Elvi R
08 Juni 2018, 13:14 WIB
Kedubes Den Haag Promosikan Industri Kesehatan hingga Ekraf Indonesia
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Den Haag— Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda, mempromosikan industri dalam negeri sektor kesehatan, informasi dan teknologi, serta ekonomi kreatif kepada 40 peserta diskusi bisnis.

Dubes RI untuk Den Haag I Gusti Agung Wesaka Puja mendorong mitra terkait di Belanda untuk memanfaatkan peluang di ketiga sektor tersebut, demikian Sekretaris Pertama Fungsi Ekonomi KBRI Den Haag, Nur Evi Rahmawati.

Kegiatan itu diselenggarakan KBRI Den Haag bersama dengan Indo Business Club (IBC) dan EU-Indonesia Business Network (EIBN) dengan tema "Three Emerging Industries in Indonesia." Dubes Puja, mengutip prediksi Frost and Sullivan Healthcare Outlook 2015 menyebutkan industri kesehatan Indonesia diperkirakan meningkat tiga kali lipat pada 2019 dibanding 2014 hingga mencapai US$21 miliar pada 2019.

Sementara itu sektor ekonomi kreatif, berkontribusi sekitar Rp990 triliun dan menyerap lebih dari 16 juta tenaga kerja.

Dengan semakin intensifnya hubungan bilateral Indonesia-Belanda dan potensi yang besar di kedua negara, saat ini dinuilai menjadi kesempatan emas untuk mendorong peningkatan kerja sama yang lebih luas di bidang yang menjadi kepentingan bersama, termasuk di ketiga sektor ini, ujarnya.

Pada kesempatan ini, Dubes menyampaikan berbagai perkembangan hubungan bilateral baik di bidang perdagangan, investasi, dan people-to-people relations.

Narasumber pada program ini, antara lain, Triesti Ayu Prabwati (EIBN Jakarta). Dia menyampaikan berbagai perkembangan kebijakan investasi di Indonesia, termasuk kebijakan negative list of investment di tiga sektor tersebut.

Sementara Alex Holsbergen dari the Dutch Task Force Healthcare Platform Indonesia memaparkan berbagai perkembangan industri kesehatan di Indonesia, termasuk peluang dibukanya 100 persen investasi di beberapa sektor kesehatan dan juga potensi industri kesehatan lokal yang sudah menyasar ekspor untuk berbagai produk dan alat kesehatan.

Sektor ICT juga menjadi salah satu sektor dengan perkembangan yang sangat pesat dan menawarkan potensi besar bagi mitra Belanda. Panggih Sudarsono dari perusahaan IT Diansa Solution menyampaikan potensi investasi dan kerja sama RI-Belanda terbuka di sektor-sektor seperti infrastruktur ICT, "cloud base service", fintech, e-commerce, dan pendidikan di bidang IT.

Berbicara mewakili industri kreatif, Tiurlina Tobing, praktisi industri film, menyampaikan aspek budaya bisnis dan kerja sama di bidang perfilman di Indonesia.

Tiurlina saat ini tengah berkolaborasi dalam produksi film Bumi Manusia yang melibatkan kru dan pemain dari Belanda.

Kolaborasi promosi Indonesia bersama IDB dan EIBN ini diharapkan tidak saja memperluas informasi terkait peluang kerja sama di ketiga sektor tersebut namun juga sebagai platform sharing dan diskusi mengenai budaya bisnis di Indonesia.

IDB merupakan organisasi profesional yang bertujuan mendorong peningkatan kontak dan kerja sama bisnis antara Indonesia dan Belanda. Anggota IDB, antara lain, pengusaha-pengusaha Belanda keturunan Indonesia.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)