Home » Fokus

Kebutuhan Garam, dari Industri Kertas hingga Pengeboran Minyak

print this page Senin, 31/7/2017 | 21:09

Ilustrasi: Akbar Pathur

KELANGKAAN garam membuat banyak pihak keheranan. Mengapa negara maritim seperti Indonesia, dengan pantai yang tersedia di banyak wilayah, harus mengalami kelangkaan, bahkan mengimpor dari negara lain.

Namun ternyata ada perbedaan antara garam industri dengan garam yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau garam konsumsi. Industri garam lokal baru mampu memenuhi kebutuhan garam konsumsi. Sedangkan garam industri belum bisa terpenuhi.

Mengutip data Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI), kebutuhan garam di Indonesia sendiri saat ini mencapai sekitar 4,2 juta ton per tahun. Untuk kebutuhan garam rumah tangga, hanya mencapai 750 ribu ton. Sementara untuk kebutuhan industri justru lebih besar, lebih dari 3 juta ton per tahun.

Garam industri merupakan produk olahan khusus. Dengan standar kandungan natrium klorida atau NaCl sebesar 97,4 persen. Meskipun wilayah laut Indonesia sangat luas, tetapi tidak semuanya mampu menghasilkan garam dengan standar tersebut.

Garam industri menjadi bahan baku untuk industri pangan dan industri non-pangan. Industri pangan, di antaranya makanan dan minuman membutuhkan 450 ribu ton per tahun. Sedangkan industri pengasinan 400 ribu ton per tahun. Dan untuk industri penyamakan 50 ribu ton per tahun.

Selain itu, garam juga dibutuhkan untuk industri non-pangan, di antaranya pengeboran minyak, dengan kebutuhan sebesar 50 ribu ton. Untuk industri tekstil kebutuhannya 200 ribu ton. Sedangkan untuk kebutuhan pembuatan sabun dan deterjen 30 ribu ton per tahun.

Sedangkan jumlah terbesar garam industri adalah untuk memenuhi kebutuhan industri petrokimia dan industri kertas-bubur kertas (pulp and paper). Kebutuhannya lebih dari 2 juta ton per tahun.

Dengan produksi dalam negeri yang hanya 1,8 juta ton, baik garam konsumsi dan garam industri, wajar jika setiap tahun Indonesia masih harus mengimpor dalam dari negara lain. Apalagi, selain faktor cuaca yang menghambat, hingga saat ini belum ada kebijakan Pemerintah untuk mengembangkan garam industri nasional.

Penulis Armidis Fahmi
Editor Danial Iskandar

Tags:

fokusharga garamindustri garam

loading...