logo rilis
Kebun Buah Slamet Riyadi Ekowisata Buah Khas Lahan Gambut
Kontributor
Elvi R
04 Mei 2018, 16:37 WIB
Kebun Buah Slamet Riyadi Ekowisata Buah Khas Lahan Gambut
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Palangkaraya — Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 15,4 juta hektar memiliki potensi lahan gambut seluas 2,7 juta hektar. Lahan gambut banyak digunakan masyarakat sebagai lahan pertanian, namun upaya untuk menjadikanya sebagai lahan produksi terkendala oleh kadar keasaman (pH) tinggi, unsur hara dan kejenuhan basa (KB) yang rendah. Akibatnya produksi tanaman pertanian atau perkebunan menjadi sangat rendah. Upaya untuk menciptakan sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat yang ingin mengambil manfaat sebesar-besarnya dari lahan gambut.

Saat ini masyarakat sedang mencoba mensinergikan antara usaha pertanian hortikultura dengan pariwisata di lahan gambut. Peluang tersebut diwujudkan melalui konsep ekowisata, yaitu sebuah wisata gambut yang menggabungkan berbagai aspek lingkungan, pemberdayaan dan pembelajaran.

Adalah Pak Slamet Riyadi (70 th) petani buah di Kota Palangkaraya yang mencoba peluang terebut, sejak 2011 membuka kebun buah di Pasir Panjang Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Kebun lahan gambut seluas 2 (dua) hektar didesain sebagai kebun buah wisata yang ditanami berbagai macam tanaman buah unggul, seperti pepaya California, Klengkeng, Jeruk Siam Banjar, pisang, matoa, jambu air, dan jambu biji kristal susu. Berbagai macam tanaman buah tersebut telah berproduksi dan dipasarkan secara komersial.
 
Menurut paparan yang disampaikan oleh peneliti hortikultura BPTP Kalteng (Dr. Anang Firmasnyah) saat melakukan kunjungan dan pendampingan teknologi ke ke kebun Pak Slamet banyak pengunjung atau wisatawan datang ke kebun untuk merasakan buah-buahan yang langsung masak di pohon. Andalan tanaman buah terbaru adalah jambu biji kristal susu dari Sukabumi, selain segar, manis juga renyah.

Harga jambu kristal susu mencapai Rp25 ribu per kilogramnya, sedangkan harga bibit cangkokan berkisar Rp75 ribu per batang, sedangkan yang ditanam di dalam polybag hijau berkisar antara Rp300-Rp500 ribu per unit. Harga pepaya California mencapai Rp4 ribu per kilogram, menurunya rasa buah buah tersebut manis khas tanah gambut yang unik. Ternyata buah buah yang didatangkan dari pulau Jawa sangat adaptif di tanam di lahan gambut dan dapat menjadi lahan usaha yang menjanjikan.

Selain pengunjung dapat membeli langsung buah khas lahan gambut, pak slamet juga tidak segan-segan untuk membagi ilmunya bagaiman cara membudiayakan buah agar tumbuh dan berkembang dengan baik di lahan gambut.


500
komentar (0)