logo rilis
Kebijakan Moneter Longgar Bakal Untungkan Pergerakan Rupiah
Kontributor
Elvi R
07 Januari 2019, 11:15 WIB
Kebijakan Moneter Longgar Bakal Untungkan Pergerakan Rupiah
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Pergerakan nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi (7/1/2019) menguat sebesar 167 poin. Dilansir dari Antara, Rupiah menguat menjadi Rp14.103 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.270 per Dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan Dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama dunia, termasuk Rupiah. Hal ini menurutnya didorong oleh pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang cenderung menunda kenaikan suku bunga atau melakukan kebijakan moneter longgar (dovish).

"The Fed menyatakan lebih bersabar dalam menaikan tingkat suku bunganya tahun ini dan lebih melihat arah pergerakan ekonomi Amerika Serikat sebelum mengambil keputusan untuk menaikan tingkat suku bunga," paparnya.

Mikalil menyebut, kemungkinan akan adanya perundingan perdagangan antara Amerika Serikat-China pada 7-8 Januari di Beijing, turut menjadi faktor negatif bagi Dolar AS.

"Rupiah mendapatkan sentimen positif dari pelemahan Dolar AS di pasar global itu," katanya.

Pengamat pasar uang dari Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova mengatakan, data ekonomi Indonesia juga turut mempengaruhi nilai tukar. Pasar menilai positif dan menjadi pendorong nilai tukar Rupiah.

"Pada awal tahun ini kita sudah disuguhi data inflasi yang terkendali, serta realisasi pendapatan negara dalam APBN naik dibandingkan 2017," ujarnya.

Menurut dia, pendapatan APBN yang meningkat menunjukan fiskal Indonesia yang sehat. Kondisi itu akan membuat investor melirik Indonesia sebagai tempat investasi.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID