logo rilis
Ke Cina, Luhut Panjaitan Bakal Tawarkan Sejumlah Proyek
Kontributor
Fatah H Sidik
06 April 2018, 04:49 WIB
Ke Cina, Luhut Panjaitan Bakal Tawarkan Sejumlah Proyek
Infrastruktur. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, melakukan kunjungan kerja ke Cina. Tujuannya, mematangkan komitmen investasi "Negeri Tirai Bambu" dalam skema kerja sama internasional Belt and Road Initiative (BRI).

Sebelum bertolak ke Cina, Luhut mengadakan rapat koordinasi (rakor) bersama sejumlah instansi terkait. Di antaranya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

"Tadi kami rapat persiapan kunjungan Pak Menko ke Cina. Kita menyiapkan daftar proyek-proyek yang ready, yang feasible untuk nanti ditawarkan ke investor potensial di sana," ujar Bambang usai rakor.

Baca: Perang Dagang AS-Cina Memanas, di Mana Posisi Indonesia?

Pelabuhan Kuala Tanjung Sumatera Utara, merupakan salah satu proyek yang bakal ditawarkan ke Cina. Ada juga pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri Bitung di Sulawesi Utara dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kalimantan Utara.

Kendati begitu, Bambang belum dapat memperkirakan nilai investasi yang ditawarkan. Katanya, lawatan Luhut ke Cina sekadar menyampaikan daftar proyek yang ditawarkan dengan model pembiayaan business to business (B to B). "Maupun PPP (public private partnership)," tambahnya.

Baca: Gaet Investasi, Kemenhub Buka Atase Perhubungan di Cina

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, menerangkan, Pelabuhan Kuala Tanjung Sumut terintegrasi dengan kawasan industri Sei Mangkei dan Kuala Tanjung Industrial Estate. Sedangkan di Sulut, pemerintah akan pengembangan Bandara Manado karena letak geografisnya strategis dari Cina maupun Jepang, meski terdapat hambatan.

"Ini seharusnya bisa kita kembangkan jadi satu bandara internasional yang besar. Kalau di Manadonya tidak memungkinkan, kita cari lokasi di Sulut yang memungkinkan untuk itu," tutup dia.

Baca: Lagi, Belasan TKA Ilegal China Diamankan

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)